Pencarian

Airlangga Dorong Kawasan Industri Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 • 13:27:16 WIB
Airlangga Dorong Kawasan Industri Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Malam Syukuran 38 Tahun HKI di Jakarta, Minggu (2/8).

BENGKULU — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat kawasan industri telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional sejak dekade 1980-an. Dari total 129 kawasan yang berdiri di 24 provinsi, sekitar 10.400 perusahaan manufaktur beroperasi di dalamnya. Angka itu setara dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 4,5 juta orang, menjadikan sektor ini penyumbang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Koridor Industri Jawa Hingga Indonesia Timur

Airlangga menyebut pengembangan kawasan industri telah membentuk pola koridor ekonomi baru, terutama di jalur utara Pulau Jawa. Menurutnya, kawasan industri kini mengisi hampir seluruh koridor tersebut, mulai dari Bekasi hingga kawasan timur Indonesia.

"Kalau kita ketahui, mulai dari Bekasi sampai ke Timur Indonesia, kita telah membangun yang namanya North Java Corridor. Koridor Utara Jawa, itu seluruhnya diisi oleh kawasan industri," ujarnya dalam Malam Syukuran 38 Tahun Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Minggu (2/8).

Peluang di Tengah Pelemahan Kompetitor Global

Di tengah persaingan investasi global, Airlangga menilai Indonesia berada di posisi yang menguntungkan. Sejumlah negara pesaing mulai menghadapi keterbatasan, mulai dari biaya tenaga kerja yang meningkat, lahan yang menyempit, hingga kendala pasokan energi. Kondisi ini menjadi celah bagi Indonesia untuk menarik investasi berkualitas.

Data dari Japan External Trade Organization (JETRO) menunjukkan sekitar 70 persen perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia mencatatkan keuntungan. Angka ini disebut Airlangga sebagai yang tertinggi dibandingkan negara-negara tujuan investasi lainnya di kawasan.

Data Center Jadi Sektor Andalan Baru

Pemerintah juga melihat kebutuhan infrastruktur digital sebagai peluang investasi berikutnya. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) mendorong lonjakan permintaan terhadap pusat data atau data center. Airlangga menegaskan pengembangan sektor ini membutuhkan dukungan listrik, energi terbarukan, air, lahan, serta konektivitas yang memadai.

Untuk merespons tren tersebut, Indonesia telah menginisiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang mencakup pengembangan ekosistem digital dan AI. Langkah ini diharapkan memperkuat integrasi ekonomi digital di tingkat regional sekaligus membuka pasar baru bagi industri dalam negeri.

Komitmen Pemerintah dan Masukan Pelaku Usaha

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menyampaikan bahwa pelaku kawasan industri berkomitmen merealisasikan investasi di berbagai wilayah. Namun, dukungan pemerintah tetap diperlukan untuk menyelesaikan hambatan di lapangan agar investasi yang masuk dapat segera terealisasi.

"Kawasan industri menjadi penggerak bangsa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan," tegas Airlangga.

Menanggapi masukan tersebut, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan optimisme pemerintah dalam menghadapi tantangan. Menurutnya, persoalan yang dihadapi saat ini juga dialami banyak negara, sehingga pemerintah akan terus melakukan debottlenecking kebijakan dan memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

"Pemerintah tetap optimis bahwa berbagai tantangan tersebut pasti akan terselesaikan," imbuh Haryo.

Follow www.lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks