BENGKULU — Aktivitas ekspor dari Pelabuhan Pulau Baai mulai bergerak, namun Kepala BPS Provinsi Bengkulu Ir. Win Rizal, ME., menilai penguatan masih diperlukan agar dampaknya terasa bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satu catatan yang disorot adalah pengiriman CPO yang sebagian masih berjalan melalui pelabuhan luar Bengkulu.
“Tinggal lagi untuk mengoptimalkannya. Misal seperti ekspor CPO, selama inikan masih ada yang dilakukan lewat pelabuhan luar Bengkulu, dan kedepannya harus diarahkan lewat Pulau Baai,” ungkap Win Rizal.
Normalisasi Operasional Pelabuhan Jadi Momentum Perkuat Ekspor
Win Rizal menekankan, kembalinya operasional Pelabuhan Pulau Baai secara normal harus dimanfaatkan sebagai peluang strategis. Menurutnya, pelabuhan tersebut seharusnya menjadi pusat pergerakan ekonomi, bukan sekadar titik transit bagi komoditas yang keluar dari Bengkulu.
“Idealnya dengan telah normalnya operasional Pelabuhan Pulau Baai, harus dijadikan peluang bagi Bengkulu untuk memperkuat aktivitas ekspor, sekaligus meningkatkan peran pelabuhan sebagai pusat pergerakan ekonomi daerah,” kata Win Rizal.
Efek Berganda: Logistik, Distribusi, hingga Jasa Penunjang
Peningkatan volume ekspor dari Pulau Baai tidak hanya berdampak pada nilai pengiriman barang. Win Rizal menjelaskan, aktivitas itu bakal memicu pertumbuhan sektor lain yang selama ini bergantung pada pergerakan pelabuhan.
“Karena pada saat ekspor dari Pulau Baai meningkat, maka bakal diikuti dengan meningkatnya kegiatan logistik, distribusi, transportasi dan usaha penunjang lainnya di Bengkulu,” jelasnya.
Ia menambahkan, optimalisasi pelabuhan juga berpotensi menarik komoditas dari daerah sekitarnya untuk ikut diekspor dari Bengkulu. Kondisi ini akan memperbesar perputaran uang di sektor perdagangan, pergudangan, hingga jasa.
“Semakin besar aktivitas ekspor yang terpusat di Pelabuhan Pulau Baai, semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi di Bengkulu. Sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor-sektor lainnya,” tutup Win Rizal.