MAKASSAR — Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai Universitas Hasanuddin (Unhas) layak menjadi mercusuar pendidikan di Indonesia Timur. Namun, peran kampus tidak cukup hanya menjalankan fungsi akademik, melainkan harus hadir memberi solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di pelosok.
Pernyataan itu disampaikan Iftitah usai menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unhas di Makassar, Selasa. Ia menyebut pihaknya menemukan banyak warga negara asing yang menjalankan aktivitas bisnis di sejumlah wilayah terpencil tanpa sepengetahuan masyarakat maupun pemerintah setempat.
“Saya juga melihat langsung di lapangan, banyak orang-orang asing yang berbisnis dan hadir ke pelosok Indonesia tanpa kita ketahui. Bahkan, ada yang cukup ilegal dilakukan,” kata Iftitah.
Kampus Diminta Lahirkan SDM Pengelola Potensi Daerah
Temuan tersebut menjadi alasan utama perlunya menghadirkan SDM unggul yang mampu membantu masyarakat sekaligus mengelola potensi daerah secara mandiri. Iftitah mengingatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya melihat ada satu semangat luar biasa dari Unhas. Saya melihatnya sebagai epicentrum, center of excellence di Indonesia Timur, yang ingin membangun bagaimana Indonesia Timur itu agar tidak tertinggal oleh barat,” ujarnya.
Unhas Dinilai Punya Posisi Strategis
Menurut Iftitah, kunci pemerataan pembangunan adalah memastikan ketersediaan SDM unggul di seluruh pelosok wilayah Indonesia. Persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan dunia pendidikan.
Perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga perlu turun langsung memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. “Saya yakin Universitas Hasanuddin kelak bisa menjadi mercusuar pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi di Indonesia Timur,” pungkas Iftitah.