BENGKULU — Laju perekonomian Bengkulu menunjukkan akselerasi signifikan. Setelah sempat terkontraksi 2,34 persen pada triwulan I, ekonomi berhasil tumbuh progresif 7,35 persen secara quarter-to-quarter (qtq) pada periode April hingga Juni 2026.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menyebut kebangkitan ini tidak lepas dari pulihnya aktivitas di Pelabuhan Pulau Baai. Arus ekspor, distribusi barang, dan angkutan penumpang yang kembali normal menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Kebangkitan Pelabuhan Pulau Baai dan Dampaknya ke Sektor Lain
"Kalau secara qtq kita di atas 7 persen, tepatnya 7,35 persen. Dibandingkan triwulan I yang mengalami kontraksi sebesar 2,34 persen, ini menunjukkan pergerakan ekonomi Bengkulu pada triwulan II cukup progresif," ujar Win Rizal di Bengkulu, Rabu.
Beroperasinya kembali pelabuhan tersebut memicu efek berantai. Aktivitas bongkar muat yang menggeliat ikut menggerakkan sektor perdagangan, transportasi, hingga jasa akomodasi di sekitar kawasan pelabuhan.
Festival Tabut dan Momen Idul Adha Dongkrak Konsumsi
Di sisi lain, penyelenggaraan Festival Tabut 2026 menjadi katalis pertumbuhan. Event tahunan ini menggerakkan lapangan usaha penyediaan makanan dan minuman, sekaligus menarik kunjungan wisatawan ke Bengkulu.
Momentum Hari Raya Idul Adha turut mendorong belanja masyarakat. Kombinasi faktor musiman dan event budaya ini membuat konsumsi rumah tangga tetap terjaga sepanjang triwulan kedua.
Target Triwulan III: Sektor Tambang Jadi Penentu
Secara tahunan (year-on-year/yoy), ekonomi Bengkulu pada triwulan II 2026 tumbuh 5,11 persen. Capaian ini menunjukkan fundamental perekonomian daerah terus membaik dibanding periode yang sama tahun lalu.
Meski optimistis, Win Rizal mengingatkan masih ada pekerjaan rumah. Sektor pertambangan hingga akhir triwulan II masih mengalami kontraksi dan belum berkontribusi positif terhadap pertumbuhan.
"Kalau pertambangan mulai positif, saya pikir kita optimistis pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan III akan lebih baik. Apalagi kalau optimalisasi Pelabuhan Pulau Baai terus berjalan sehingga aktivitas ekspor semakin meningkat," katanya.
Kawasan Industri Pulau Baai Jadi Pengungkit Berikutnya
Pemerintah daerah disebut tengah mendorong pengembangan kawasan industri di sekitar Pelabuhan Pulau Baai. Langkah ini dinilai berpotensi menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi jangka menengah.
Kehadiran kawasan industri akan memacu bermunculannya sektor usaha pendukung baru. Mulai dari pergudangan, transportasi logistik, hingga kebutuhan akomodasi bagi pekerja, seluruhnya berpeluang tumbuh mengikuti denyut aktivitas pelabuhan.