Pencarian

Laba KAI Anjlok Jadi Rp 314 Miliar di Semester I 2026, Proyek Kereta Cepat Jadi Biang Kerok

Senin, 03 Agustus 2026 • 12:33:01 WIB
Laba KAI Anjlok Jadi Rp 314 Miliar di Semester I 2026, Proyek Kereta Cepat Jadi Biang Kerok
Laba bersih KAI Group anjlok menjadi Rp 314 miliar pada semester I 2026 akibat melonjaknya rugi bersih dari perusahaan asosiasi dan ventura bersama.

BENGKULU — Berdasarkan laporan keuangan KAI Group yang belum diaudit (unaudited), rugi bersih dari perusahaan asosiasi dan ventura bersama melonjak signifikan. Angkanya mencapai Rp 3,00 triliun pada paruh pertama 2026, berbanding Rp 948,20 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi inilah yang menggerus laba sebelum pajak perseroan menjadi Rp 842,69 miliar dari sebelumnya Rp 1,86 triliun.

Salah satu sumber utama kerugian itu adalah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), pemegang saham PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang mengoperasikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. PSBI tercatat masih membukukan rugi hingga Rp 5,13 triliun. Bahkan, total liabilitas perusahaan itu mencapai Rp 21,54 triliun, lebih tinggi dibanding total asetnya yang sebesar Rp 21,52 triliun.

Pendapatan Naik, Beban Justru Menekan

Di tengah tekanan laba, kinerja operasional KAI Group sebenarnya menunjukkan penguatan. Pendapatan perusahaan tumbuh 6,6 persen secara tahunan menjadi Rp 17,96 triliun. Kenaikan ini ditopang pertumbuhan layanan penumpang dan barang, serta sinergi antar-entitas usaha di lingkungan KAI.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba usaha menjadi modal penting bagi perseroan. "Pertumbuhan pendapatan dan laba usaha menjadi modal penting bagi KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan, kesiapan sarana dan prasarana, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kinerja bisnis yang kuat juga mendukung keberlanjutan pengembangan layanan penumpang dan barang," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026).

Struktur Keuangan Mulai Membaik

Meski laba bersih tertekan, posisi neraca KAI Group justru menunjukkan perbaikan. Total liabilitas turun dari Rp 66,14 triliun pada 31 Desember 2025 menjadi Rp 65,11 triliun per 30 Juni 2026. Sementara itu, total ekuitas naik tipis dari Rp 39,29 triliun menjadi Rp 39,69 triliun.

Utang jangka pendek perseroan juga berkurang signifikan, dari Rp 16,20 triliun menjadi Rp 15,17 triliun. Total aset KAI Group tercatat sebesar Rp 104,79 triliun pada akhir Juni 2026. Perbaikan struktur liabilitas ini menjadi sinyal positif di tengah upaya perseroan merestrukturisasi beban keuangan.

Danantara Akui Butuh Waktu Bereskan Proyek

Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, mengakui penyelesaian masalah yang membebani keuangan KAI tidak bisa instan. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung disebut sebagai salah satu pekerjaan rumah terbesar yang tengah ditangani.

"Kami yang baru ini kan sebetulnya menyelesaikan

Follow www.lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks