Pencarian

Harga Properti Kuartal II 2026 Naik 0,69%, KPR Masih Kuasai 70% Skema Pembiayaan

Rabu, 12 Agustus 2026 • 21:31:31 WIB
Harga Properti Kuartal II 2026 Naik 0,69%, KPR Masih Kuasai 70% Skema Pembiayaan
Harga properti residensial primer naik 0,69% pada triwulan II 2026, dengan penjualan rumah masih didominasi skema KPR sebesar 70,05%.

BENGKULU — Pasar properti residensial primer mulai menunjukkan denyut pemulihan, meski belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dirilis Bank Indonesia, kenaikan harga rumah pada triwulan II 2026 tercatat lebih tinggi dibanding periode Januari-Maret, menandakan permintaan yang perlahan menguat di tengah daya beli masyarakat yang masih selektif.

Pertumbuhan IHPR sebesar 0,69% secara year-on-year (yoy) ini masih tergolong moderat. Namun, sinyal yang lebih menarik justru datang dari sisi volume penjualan. Kontraksi penjualan rumah pada kuartal ini hanya minus 2,36% (yoy), sebuah perbaikan signifikan dibandingkan penurunan drastis 25,67% (yoy) pada kuartal sebelumnya.

Permintaan Rumah Kecil dan Besar Jadi Penopang Utama

Pendorong utama perbaikan penjualan ini adalah meningkatnya permintaan untuk rumah tipe kecil dan tipe besar. Segmen rumah menengah masih menjadi titik terlemah, yang mengindikasikan bahwa konsumen kelas menengah—yang umumnya paling sensitif terhadap suku bunga dan kondisi ekonomi—belum sepenuhnya kembali ke pasar.

Kondisi ini sejalan dengan strategi pengembang yang lebih agresif memasarkan produk dengan harga terjangkau untuk menarik pembeli pertama. Sementara itu, segmen rumah besar atau premium tetap diminati oleh kelompok pembeli dengan likuiditas kuat yang tidak terlalu terpengaruh fluktuasi suku bunga.

Ketergantungan pada KPR dan Dana Internal Pengembang

Dari sisi pembiayaan, survei BI mengungkapkan struktur transaksi yang masih konvensional. Sebanyak 70,05% pembelian rumah di pasar primer dibiayai melalui fasilitas KPR dari perbankan. Angka ini menegaskan bahwa tanpa dukungan kredit bank, daya beli masyarakat terhadap properti akan turun drastis.

Di sisi lain, pengembang justru tidak terlalu bergantung pada pinjaman untuk membangun. Sebesar 73,28% kebutuhan modal pembangunan properti berasal dari dana internal perusahaan. Ini menunjukkan tingkat kesehatan keuangan developer yang relatif solid, namun juga bisa berarti ekspansi akan berjalan hati-hati karena keterbatasan likuiditas internal.

Kebijakan Suku Bunga jadi Penentu Arah Kuartal Berikutnya

Melihat dominasi KPR yang mencapai 70%, arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia menjadi faktor krusial bagi industri properti. Jika BI mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini, potensi pemulihan penjualan yang sudah mulai terlihat bisa berlanjut. Sebaliknya, kenaikan suku bunga akan langsung menekan permintaan, terutama di segmen rumah menengah yang saat ini masih lesu.

Para pelaku usaha dan calon pembeli dapat mengakses laporan lengkap Survei Harga Properti Residensial ini melalui situs resmi Bank Indonesia untuk mendapatkan gambaran lebih detail mengenai tren harga di kota-kota besar lainnya. Data ini menjadi acuan penting bagi investor properti untuk menentukan timing pembelian dan bagi pengembang dalam menyusun rencana peluncuran proyek baru.

Follow www.lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsurabayabisnis.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks