Pencarian

Menteri PU Dody Hanggodo Genjot Irigasi dan Jalan di Merauke, Dukung Program Swasembada Pangan Prabowo

Selasa, 04 Agustus 2026 • 13:24:31 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo Genjot Irigasi dan Jalan di Merauke, Dukung Program Swasembada Pangan Prabowo

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan jaringan irigasi, infrastruktur pengendalian banjir, dan jalan di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Proyek ini merupakan bagian dari dukungan Kementerian PU terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan infrastruktur pangan tidak boleh berhenti hanya pada penyelesaian fisik proyek. Infrastruktur yang dibangun harus mampu mendongkrak produktivitas sekaligus menekan biaya produksi, sehingga pendapatan dan taraf hidup petani ikut terangkat.

"Tidak boleh ada tambahan cost lagi bagi petani. Cost para petani harus serendah-rendahnya. Keuntungan para petani harus setinggi-tingginya. Sehingga kehidupan petani makin hari makin layak, makin bagus," kata Dody dalam keterangannya.

Sampai Juli 2026, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU sudah menyelesaikan saluran irigasi primer di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Merauke sepanjang 44 kilometer, atau sekitar 32,5 persen dari target 135,4 kilometer. Sementara saluran irigasi sekunder sudah mencapai 16,31 kilometer dari rencana 61,6 kilometer (26,5 persen).

Untuk lahan percontohan pertanian seluas 1.200 hektare, pembangunan jaringan irigasinya sudah mencapai 88 persen, dengan realisasi 20,45 kilometer dari kebutuhan 24,2 kilometer.

Selain memastikan pasokan air, Kementerian PU juga membangun infrastruktur pengendalian banjir untuk melindungi kawasan pertanian dari genangan, mengingat karakter lahan Wanam yang berupa rawa. Progres Paket I pengendalian banjir sudah 39,02 persen, sedangkan Paket II mencapai 36,65 persen.

Di sisi konektivitas, Direktorat Jenderal Bina Marga membangun Jalan KSPP Wanam–Muting untuk memperlancar distribusi pupuk, benih, alat pertanian, dan hasil panen sekaligus menekan ongkos logistik. Segmen I jalan ini sudah mencapai kemajuan 3,59 persen dari target 1,30 persen, dengan 58 kilometer ruas jalan yang sudah bisa dilalui kendaraan. Segmen II sudah mencapai 10,06 persen dari target panjang 80 kilometer, dengan 50 kilometer trase sudah dibuka.

Proyek di Wanam ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional, yang diproyeksikan menjadikan kawasan tersebut salah satu sentra pangan baru di Indonesia timur. Meski begitu, kesiapan jaringan irigasi, drainase, jalan, benih, pupuk, tenaga kerja, hingga daya dukung lingkungan dan hak masyarakat adat tetap perlu dipastikan berjalan beriringan.

Secara nasional, Kementerian PU juga mendorong agar pembangunan bendungan selalu disertai penyelesaian jaringan irigasi hingga ke lahan pertanian. Pemerintah menargetkan 15 bendungan tuntas sebelum 2029, yang bila berfungsi penuh diproyeksikan meningkatkan luas layanan irigasi dari 184.515 hektare menjadi 263.055 hektare, serta menaikkan produksi pertanian dari 1,4 juta ton menjadi 2,34 juta ton per tahun.

Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi nasional 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling, naik 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan produksi beras untuk konsumsi meningkat dari 30,62 juta ton menjadi 34,69 juta ton.

Follow www.lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: Kementerian PU

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks