Pencarian

Berapa Biaya Asuransi Mobil Listrik? Ini Estimasi Premi dan Faktor Pemicunya

Senin, 10 Agustus 2026 • 16:52:31 WIB
Berapa Biaya Asuransi Mobil Listrik? Ini Estimasi Premi dan Faktor Pemicunya
Rate asuransi mobil listrik. (Foto: NET)

BENGKULU - Popularitas kendaraan ramah lingkungan di Indonesia terus menanjak, dan bersamaan dengan itu besaran premi asuransi mobil listrik menjadi hal yang wajib diperhitungkan calon pembeli.

Perhitungan tidak berhenti pada harga unit dan biaya pengisian baterai saja, sebab ongkos proteksi juga menyerap anggaran tersendiri.

Banyak yang bertanya apakah preminya benar-benar lebih tinggi dibanding mobil bermesin konvensional, dan faktor apa saja yang menggerakkan angka tersebut.

Perlu Tidaknya Mobil Listrik Diasuransikan

Perlu. Sebagaimana kendaraan berbahan bakar bensin maupun diesel, unit listrik juga bisa mengalami kerusakan, kecelakaan, hingga kehilangan akibat pencurian.

Justru karena teknologinya lebih rumit dan komponen baterainya bernilai tinggi, perlindungan polis menjadi kebutuhan yang sulit diabaikan.

Dua Skema Utama dan Produk Khusus EV

Penyedia asuransi pada umumnya menawarkan dua bentuk proteksi.

  • All Risk atau Comprehensive menjamin kerusakan dari yang ringan hingga berat, termasuk kehilangan kendaraan, dan biasanya direkomendasikan bagi mobil baru.
  • Total Loss Only (TLO) memberikan penggantian saat kerusakan melampaui 75 persen atau kendaraan hilang total, dengan premi yang lazimnya lebih ringan dibanding all risk.

Di luar dua skema itu, beberapa penyedia telah menghadirkan produk khusus kendaraan listrik yang menjangkau kerusakan sistem baterai, gangguan kelistrikan, sampai potensi risiko selama proses pengisian daya.

Estimasi Premi Tahunan

Mahalnya harga komponen dan biaya perbaikan membuat premi mobil listrik berada di atas kendaraan konvensional. Berikut perkiraan kasarnya.

Mobil dengan harga di bawah Rp200 juta dikenakan premi TLO sekitar Rp600.000 sampai Rp1.200.000 per tahun. Bila memilih all risk pada rentang harga yang sama, preminya naik menjadi Rp2.500.000 hingga Rp4.000.000.

Untuk kendaraan seharga Rp200 juta sampai Rp500 juta dengan skema all risk, premi berada di kisaran Rp4.000.000 hingga Rp8.000.000 per tahun.

Sementara mobil di atas Rp500 juta yang memakai all risk dikenakan premi Rp7.000.000 sampai lebih dari Rp15.000.000 setahun.

Perlu dicatat, angka-angka tersebut dapat bergeser mengikuti usia kendaraan, lokasi tempat tinggal pemilik, dan kebijakan perusahaan asuransi terkait.

Apa yang Menggerakkan Angka Premi

  • Harga kendaraan — nilai jual yang lebih tinggi berbanding lurus dengan premi yang dibebankan.
  • Lokasi domisili — daerah dengan risiko banjir atau kecelakaan tinggi berdampak pada besaran biaya perlindungan.
  • Jenis asuransi — tarif perlindungan menyeluruh berada di atas skema yang hanya menanggung kerugian total.
  • Data pengemudi — usia, catatan klaim sebelumnya, serta peruntukan kendaraan untuk pribadi atau operasional turut diperhitungkan.

Empat Sebab Premi EV Lebih Tinggi

Nilai jual mobil listrik yang lebih mahal membuat jumlah pertanggungan pihak asuransi ikut membengkak.

Baterai sebagai komponen utama punya harga signifikan, bahkan bisa mencapai 30 hingga 50 persen dari total harga kendaraan, sehingga penggantian atau perbaikannya sangat membebani.

Biaya servis pun lebih mahal karena suku cadangnya masih terbatas sekaligus menuntut teknisi khusus yang menguasai teknologi kendaraan listrik.

Terakhir, sistem kelistrikannya membawa risiko tersendiri berupa korsleting, panas berlebih, hingga pencurian baterai, yang semuanya masuk pertimbangan penetapan premi.

Proteksi Tambahan di Luar Premi Pokok

Pemilik mobil listrik perlu menyadari adanya biaya tambahan untuk mengamankan komponen unik seperti baterai, sistem kelistrikan, dan perangkat pengisian daya.

Baterai. Nilainya yang mencapai 30 sampai 50 persen dari harga kendaraan membuat perlindungan khusus sangat dianjurkan. Cakupannya bisa meliputi kerusakan akibat tabrakan atau kecelakaan, korsleting maupun suhu panas berlebih yang berisiko memicu kebakaran, serta pencurian baterai yang menimbulkan beban penggantian sangat besar.

Komponen elektronik dan penggerak. Motor listrik dan inverter bernilai tinggi, sistem pendingin baterai bisa memicu kenaikan suhu drastis bila gagal berfungsi, dan komponen listrik lain relatif rentan terhadap air maupun benturan. Semuanya membutuhkan jaminan tersendiri.

Alat pengisian daya pribadi. Perangkat yang dipasang di rumah atau tempat kerja tidak selalu otomatis dijamin polis kendaraan. Risiko yang dapat diasuransikan mencakup kerusakan akibat gangguan kelistrikan atau korsleting, kehilangan maupun perusakan oleh pihak tak bertanggung jawab, serta kerusakan karena kebakaran dan banjir.

Layanan pendukung. Sebagian penyedia menyediakan mobil pengganti selama unit utama diperbaiki karena prosesnya kerap memakan waktu lebih lama, bantuan darurat ketika baterai kehabisan daya di jalan, serta perbaikan di pusat servis khusus dengan teknisi bersertifikasi dan peralatan berstandar.

Lima Penyedia dengan Produk Khusus Kendaraan Listrik

Pertumbuhan pasar EV mendorong makin banyak perusahaan asuransi merancang produk yang disesuaikan, dengan cakupan yang berbeda dari polis mobil berbahan bakar fosil karena menyertakan jaminan baterai, risiko kerusakan kelistrikan, sampai fasilitas mobil pengganti.

Astra menawarkan perlindungan menyeluruh mencakup kerusakan akibat kecelakaan, bencana alam, atau kebakaran; jaminan kehilangan kendaraan maupun suku cadang penting; serta akses jaringan bengkel yang sudah melayani kendaraan listrik.

Allianz unggul pada proteksi baterai, meliputi kerusakan akibat benturan atau korsleting yang berpotensi menimbulkan api, risiko kehilangan baterai, serta opsi tambahan untuk sistem inverter dan komponen kelistrikan lain.

Zurich fokus pada kenyamanan pengguna melalui penyediaan kendaraan sementara selama perbaikan, bantuan darurat saat baterai habis di perjalanan, dan jaminan kerusakan akibat panas berlebih atau gangguan kelistrikan.

Jasaraharja Putera menyediakan opsi perlindungan kehilangan total yang menanggung kerusakan berat di atas 75 persen akibat kecelakaan dan kehilangan mobil karena pencurian, dengan premi lebih ekonomis untuk anggaran terbatas.

Adira mengandalkan jaringan bengkel yang siap menangani teknologi EV, menawarkan proteksi kerusakan komponen khusus kendaraan listrik, akses bengkel dengan teknisi tersertifikasi, serta pilihan tambahan menjamin baterai dan perangkat pengisian daya pribadi.

Kiat Berhemat

  • Bandingkan beberapa penyedia sekaligus agar memperoleh perlindungan paling sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
  • Tanyakan penawaran dari dealer atau lembaga pembiayaan, sebab paket asuransi kerap disertakan dalam pembelian kendaraan.
  • Timbang skema campuran, misalnya TLO di tahun pertama lalu beralih ke perlindungan menyeluruh pada tahun berikutnya, atau kebalikannya.
  • Utamakan produk yang bermitra dengan pusat servis maupun bengkel yang sudah siap menangani mobil listrik.

Memahami mekanisme penetapan premi beserta risiko khas kendaraan listrik akan membantu pemilik memilih perlindungan yang tepat sasaran sesuai anggaran yang tersedia.

Follow www.lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks