BENGKULU — Kepengurusan baru FAJI Bengkulu langsung menerima pekerjaan rumah besar. Selain mengembangkan arung jeram sebagai daya tarik wisata, organisasi di bawah komando Riki Ardiansyah ini dituntut serius mencetak atlet yang mampu bersaing di level nasional.
Affan yang hadir mewakili KONI Provinsi Bengkulu menekankan bahwa FAJI memiliki tanggung jawab struktural dalam pembinaan olahraga prestasi. Menurutnya, Bengkulu punya modal sungai yang melimpah, tetapi tanpa program yang terarah, potensi itu tidak akan melahirkan atlet berprestasi.
KONI Beri Catatan Tegas untuk Pengurus Baru
"FAJI tidak boleh hanya aktif sebagai olahraga wisata. Sebagai anggota KONI, wajib memiliki konsep pembinaan prestasi yang jelas," tegas Affan dalam forum yang digelar di Bengkulu itu.
Ia mendorong agar kepengurusan yang baru terbentuk segera menyusun program pembinaan atlet secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat koordinasi dengan bidang peningkatan prestasi olahraga KONI Provinsi Bengkulu.
Porprov Jadi Batu Loncatan Menuju Pra-PON 2027
Affan menyebutkan bahwa ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dapat menjadi momentum awal untuk mengukur hasil pembinaan. Evaluasi dari Porprov nantinya akan menjadi dasar persiapan menuju agenda Pra-PON 2027.
Musorprovlub yang berlangsung Sabtu (8/8/2026) ini dihadiri sejumlah perwakilan pengurus kabupaten. Terlihat hadir perwakilan FAJI Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, serta caretaker FAJI Bengkulu Utara, Lebong, dan Seluma.
Potensi Sungai Air Manna Jadi Modal Utama
Selain jajaran KONI dan Dispora Provinsi Bengkulu yang diwakili Julian Wijaya, acara ini juga dihadiri perwakilan Pengurus Besar (PB) FAJI Edi Chandra. Kehadiran perwakilan Basarnas dan mahasiswa pencinta alam dari sejumlah perguruan tinggi turut mewarnai jalannya musyawarah.
Dalam forum tersebut, Riki Ardiansyah ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengprov FAJI Bengkulu. Penetapan ini dituangkan dalam keputusan Musorprovlub yang ditandatangani Presidium Sidang terdiri dari Eddy Candra, Onggi, dan Victor Ambari.
Dengan terpilihnya Riki secara aklamasi, harapan besar kini berada di pundaknya. Potensi sungai-sungai di Bengkulu, termasuk kawasan Air Manna, disebut-sebut sebagai modal besar pengembangan olahraga ini. Tantangan selanjutnya adalah mengubah potensi tersebut menjadi sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.