Pencarian

BPS Bengkulu Rekomendasi 3 Langkah Tekan Kemiskinan, Angkanya Baru Turun Tipis ke 11,83 Persen

Kamis, 06 Agustus 2026 • 12:08:01 WIB
BPS Bengkulu Rekomendasi 3 Langkah Tekan Kemiskinan, Angkanya Baru Turun Tipis ke 11,83 Persen
Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal menyampaikan rekomendasi tiga langkah penekanan kemiskinan dalam konferensi pers di Bengkulu, Rabu.

BENGKULU — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merekomendasikan tiga langkah konkret untuk menekan ketimpangan kemiskinan di daerah tersebut. Rekomendasi itu meliputi penguatan daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja formal, serta peningkatan produktivitas sektor pertanian yang menyerap hampir separuh tenaga kerja lokal.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan upaya menekan angka kemiskinan tidak bisa hanya bertumpu pada bantuan sosial. Dibutuhkan intervensi ekonomi yang menyentuh langsung pendapatan rumah tangga miskin.

“Yang harus mampu kita lakukan adalah meningkatkan daya beli masyarakat. Kemudian penyerapan tenaga kerja juga harus ditingkatkan. Bagi masyarakat yang berwirausaha juga perlu difasilitasi agar berkembang. Di sisi lain, produktivitas sektor pertanian juga harus ditingkatkan,” kata Win Rizal di Bengkulu, Rabu.

Daya Beli dan Garis Kemiskinan

Win Rizal menjelaskan peningkatan daya beli menjadi syarat utama agar pengeluaran rumah tangga miskin tumbuh lebih cepat dibandingkan kenaikan garis kemiskinan. Jika kondisi itu tercapai, semakin banyak warga yang mampu keluar dari kategori miskin secara permanen.

BPS mencatat persentase penduduk miskin di Provinsi Bengkulu pada Maret 2026 mencapai 11,83 persen atau sebanyak 250.110 orang. Angka ini hanya turun 0,05 poin persentase dibandingkan September 2025 yang sebesar 11,88 persen atau 250.190 orang.

UMKM dan Sektor Formal Jadi Penopang

Perluasan kesempatan kerja, terutama di sektor formal, dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendapatan masyarakat. Win Rizal menegaskan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga perlu terus didorong agar mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

“Kalau produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian meningkat, pendapatan masyarakat juga akan naik sehingga dapat membantu menekan kemiskinan,” ujarnya.

Mengapa Sektor Pertanian Jadi Perhatian Khusus?

Hampir separuh dari total tenaga kerja di Provinsi Bengkulu bekerja di sektor pertanian. Namun, kontribusi sektor ini terhadap perekonomian daerah baru tercatat sekitar 31 persen. Angka itu menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah tenaga kerja dan output yang dihasilkan.

Win Rizal menyebut kondisi tersebut menandakan produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian masih membutuhkan upaya peningkatan agar mampu mengakselerasi kesejahteraan masyarakat.

Tren Melandai, tapi Ketimpangan Masih Menganga

Meski angka kemiskinan menunjukkan tren melandai dalam beberapa tahun belakangan, Win Rizal mengingatkan bahwa pengentasan kemiskinan harus diiringi dengan penurunan tingkat ketimpangan, keparahan, dan kedalaman kemiskinan. Hal ini penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Dia menambahkan, penurunan kemiskinan merupakan proses yang memerlukan upaya berkelanjutan dan peran serta semua elemen. Kemiskinan dipengaruhi berbagai faktor yang tidak bisa diselesaikan secara instan dan hanya oleh satu pihak saja.

Follow www.lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks