BENGKULU — MotoGP Indonesia kembali digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9-11 Oktober. Target penonton yang dinaikkan ini disampaikan langsung oleh Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka, saat berkoordinasi dengan Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja di Mataram, Rabu.
Dampak Ekonomi dan Investasi Baru di Kawasan Mandalika
ITDC mencatat penyelenggaraan MotoGP Indonesia tidak hanya ramai penonton, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi. Hingga tahun 2025, event ini telah mendorong investasi baru senilai Rp713 miliar di Kawasan The Mandalika.
"Penguatan koordinasi dilakukan seiring semakin besarnya skala penyelenggaraan MotoGP Indonesia dari tahun ke tahun," kata Troy.
3.000 Tenaga Kerja Lokal dan UMKM yang Terlibat
Sektor riil ikut menikmati efek berganda dari balapan ini. Ajang MotoGP 2025 menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal NTB, dengan sekitar 67 persen berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. Sebanyak 202 UMKM kuliner dan kerajinan serta lebih dari 600 UMKM lainnya beraktivitas di sekitar sirkuit dan kawasan Kuta Mandalika.
Tingkat hunian hotel pun sempat menyentuh 100 persen di kawasan The Mandalika dan rata-rata 90 persen di Kota Mataram. Untuk mengakomodasi mobilitas wisatawan, sebanyak 44 penerbangan ekstra ditambahkan menuju NTB.
Evaluasi Pengamanan: Polda NTB Sempurnakan Strategi
Dengan skala yang terus membesar, aspek keamanan menjadi faktor utama penentu keberhasilan. Dalam kesempatan yang sama, Polda NTB memaparkan hasil evaluasi penyelenggaraan 2025 sebagai dasar penyempurnaan strategi pengamanan tahun ini.
Beberapa poin yang menjadi perhatian meliputi penguatan koordinasi lintas instansi, optimalisasi pengamanan kawasan, pengelolaan arus pengunjung, rekayasa lalu lintas, hingga peningkatan kesiapsiagaan operasional. ITDC juga memaparkan kesiapan pengelolaan kawasan, akses dan mobilitas pengunjung, serta aktivasi kawasan untuk memperkaya pengalaman penonton selama tiga hari balapan.