BENGKULU — Keluarga besar YS angkat bicara di tengah derasnya arus informasi yang menyeret nama salah satu anggota mereka. Beban terbesar yang kini ditanggung bukan hanya soal reputasi, melainkan kondisi psikologis anak-anak yang harus berhadapan dengan sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.
Tarmizi Gumay, yang hadir mewakili keluarga, bukan sebagai kuasa hukum, menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata untuk mendudukkan persoalan. Pihak keluarga menilai sudah saatnya masyarakat mendengar penjelasan dari sisi mereka agar pemberitaan yang berkembang tidak semakin timpang.
Tekanan Psikologis Anak Jadi Beban Terbesar Keluarga
"Yang paling berat bagi kami adalah dampaknya terhadap keluarga. Secara psikologis, anak-anak sangat terdampak. Bayangkan jika keluarga kita terus menjadi sorotan akibat pemberitaan yang belum tentu benar, tentu hal itu menimbulkan tekanan tersendiri," ujar Tarmizi di hadapan wartawan.
Sejak isu tersebut mencuat, keluarga mengaku memilih bungkam. Namun, meluasnya narasi yang beredar memaksa mereka untuk buka suara. Selama ini, upaya internal dilakukan untuk menenangkan suasana rumah dan memastikan anak-anak tetap mendapat pendampingan yang memadai di tengah situasi yang tidak mudah.
Keluarga Minta Media Lebih Berimbang
Dalam kesempatan itu, Tarmizi menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada YS mengenai tuduhan yang beredar. Ia berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada kejelasan fakta yang utuh.
"Kami hadir untuk mendudukkan persoalan, bukan melakukan perlawanan terhadap siapa pun. Kami ingin masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya dari sudut pandang keluarga," tegasnya.
Tarmizi juga mengingatkan awak media untuk mengedepankan prinsip keberimbangan. Menurutnya, sebuah pemberitaan tidak hanya berdampak pada individu yang menjadi sorotan, tetapi juga pada keluarga yang harus menanggung beban sosial dan psikologis.
Langkah Hukum Masih Dikaji
Ditanya mengenai kemungkinan tempuh jalur hukum, Tarmizi menyatakan bahwa hingga saat ini keluarga belum mengambil tindakan serupa. Pihaknya masih mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan.
"Kami belum berbicara mengenai langkah hukum. Saat ini kami masih mengkaji dari aspek hukum, sosial, hingga dampaknya terhadap keluarga. Jika nantinya diperlukan, tentu semua opsi akan dipertimbangkan sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Menutup keterangannya, Tarmizi berharap penjelasan yang disampaikan mampu menghentikan spekulasi di lapangan. Pihak keluarga ingin publik menunggu fakta yang sesungguhnya, alih-alih mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya.