BENGKULU — Lonjakan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pulau Baai tidak hanya terjadi pada sektor barang. Data operasional Pelindo Regional 2 Bengkulu menunjukkan trafik kapal berdasarkan Gross Tonnage (GT) ikut tumbuh 42,25 persen. Angka ini mencerminkan meningkatnya frekuensi kunjungan kapal niaga yang membawa komoditas keluar-masuk Bengkulu.
Kinerja impresif juga tercatat pada sektor mobilitas penumpang. Jumlah penumpang yang dilayani pelabuhan melonjak lebih dari tujuh kali lipat menjadi 8.752 orang selama enam bulan pertama tahun ini, sebuah sinyal bahwa konektivitas laut antardaerah semakin dibutuhkan masyarakat.
Produktivitas Bongkar Muat Meningkat Signifikan
Perbaikan kinerja tidak hanya terlihat dari volume, tetapi juga dari sisi kecepatan pelayanan. Produktivitas bag cargo di Pelabuhan Pulau Baai meningkat menjadi 53,91 ton per gang per jam. Sementara itu, produktivitas curah cair mencapai 81,89 ton per gang per jam, lebih tinggi dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menyebut peningkatan produktivitas ini merupakan hasil dari pembenahan operasional yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu langkah kuncinya adalah penguatan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung normalisasi alur pelayaran.
”Kami terus melakukan pembenahan secara bertahap agar pelabuhan mampu memberikan layanan yang semakin cepat, aman, dan andal bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Dimas dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).
Peran Strategis Pelabuhan bagi Ekonomi Bengkulu
Pelabuhan Pulau Baai selama ini menjadi pintu masuk dan keluar berbagai komoditas strategis yang menopang perekonomian Bengkulu. Mulai dari distribusi logistik kebutuhan pokok hingga pergerakan komoditas unggulan daerah, seluruhnya bergantung pada kelancaran operasional pelabuhan ini.
Dimas menegaskan bahwa pelabuhan memiliki peran yang jauh lebih besar dari sekadar tempat kapal bersandar. Menurutnya, pelabuhan adalah penghubung aktivitas ekonomi yang memastikan rantai pasok berjalan lancar dari hulu ke hilir.
”Pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar. Pelabuhan menjadi penghubung aktivitas ekonomi, mulai dari distribusi kebutuhan masyarakat hingga pergerakan komoditas unggulan daerah. Karena itu kami terus berupaya memastikan pelayanan berjalan optimal,” katanya.
Komitmen Keberlanjutan Layanan dan Keselamatan
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, Pelindo Regional 2 Bengkulu berkomitmen meningkatkan kualitas operasional secara menyeluruh. Aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar, seiring dengan meningkatnya frekuensi lalu lintas kapal di alur Pelabuhan Pulau Baai.
Perusahaan juga berencana memperluas kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun pengguna jasa pelabuhan. Langkah ini diambil agar pelayanan kepelabuhanan semakin optimal dan mampu mengantisipasi lonjakan aktivitas di masa mendatang.
”Pelabuhan yang produktif akan memberikan dampak positif bagi dunia usaha, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Komitmen itulah yang terus kami jaga dalam setiap peningkatan layanan,” tutup Dimas.