Pencarian

Gus Rozin ke Bengkulu Temui PWNU dan Seluruh PCNU, Tawarkan Poros Tengah Jelang Muktamar NU ke-35

Senin, 03 Agustus 2026 • 11:49:01 WIB
Gus Rozin ke Bengkulu Temui PWNU dan Seluruh PCNU, Tawarkan Poros Tengah Jelang Muktamar NU ke-35
Gus Rozin bertemu pengurus PWNU dan PCNU se-Bengkulu untuk menawarkan poros tengah jelang Muktamar NU ke-35.

BENGKULU — Rangkaian konsolidasi menuju Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur, kian intensif. Kali ini, Gus Rozin menyambangi Bengkulu untuk bertemu langsung dengan Ketua PCNU kabupaten/kota beserta pengurus harian yang hadir secara lengkap.

Pertemuan yang berlangsung Minggu (2/8/2026) itu menjadi ruang dialog mengenai masa depan organisasi sekaligus ajang menyerap aspirasi dari daerah. Gus Rozin menilai dinamika organisasi yang semakin kompleks menuntut adanya ruang untuk menyatukan berbagai pandangan.

Poros Tengah untuk Redam Polarisasi Internal

Di hadapan pengurus PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Rozin menawarkan pendekatan poros tengah. Gagasan ini dinilai relevan untuk mengelola perbedaan pendapat yang kerap muncul di organisasi sebesar NU.

"Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar," ujar Gus Rozin. Namun, ia menekankan perbedaan tersebut harus dikelola melalui komunikasi yang sehat agar tidak berkembang menjadi polarisasi di lingkungan nahdliyin.

Tiga Pilar Visi: Berdaulat, Bermartabat, Bermanfaat

Gus Rozin memperkenalkan tiga pilar utama yang menjadi landasan arah pembangunan organisasi apabila ia diberi amanah memimpin PBNU. Ketiganya saling terkait dalam membangun NU yang lebih kuat dan relevan.

Pilar pertama, Berdaulat, menegaskan posisi NU sebagai organisasi masyarakat sipil yang independen. "NU memiliki posisi sebagai sodiqul hukumah atau sahabat pemerintah," kata Gus Rozin, yang berarti mendukung kebijakan pro-rakyat namun berani mengkritik kebijakan yang keliru.

Pilar kedua, Bermartabat, berfokus pada penguatan ukhuwah nahdliyah. Menurut Gus Rozin, kekuatan organisasi tidak diukur dari jumlah anggota semata, melainkan soliditas internal dan semangat kebersamaan. "Persaudaraan harus menjadi fondasi utama agar NU tetap kokoh menghadapi tantangan zaman," tegasnya.

Adapun pilar ketiga, Bermanfaat, memastikan seluruh potensi NU—mulai dari pesantren, perguruan tinggi, rumah sakit, hingga unit ekonomi—memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

NU Bengkulu Dinilai Solid, Ini Tantangan yang Disorot

Dalam kesempatan tersebut, Gus Rozin mengapresiasi perkembangan organisasi NU di Bengkulu. Menurutnya, koordinasi antar-PCNU berjalan baik meskipun jumlah cabang di provinsi ini tidak sebanyak daerah lain.

Pertumbuhan pesantren yang terus meningkat disebutnya sebagai indikator positif penguatan pendidikan Islam dan pembinaan kader di Bengkulu. Namun, ia menyoroti masih adanya ketimpangan pemerataan program strategis PBNU yang dinilai lebih banyak berpusat di Pulau Jawa.

"Kebijakan PBNU harus benar-benar dirasakan oleh seluruh daerah. Cabang-cabang di luar Jawa perlu memperoleh akses dan kesempatan yang sama agar NU semakin mandiri dan berkembang," kata Gus Rozin.

Ia berharap ke depan program seperti pembangunan perguruan tinggi, rumah sakit, penguatan ekonomi umat, hingga pemberdayaan kelembagaan dapat lebih banyak diarahkan ke wilayah luar Jawa. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi nasional untuk membangun kesamaan visi menjelang agenda lima tahunan NU tersebut.

Follow www.lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: teropongpublik.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks