BENGKULU — Momentum pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Provinsi Bengkulu periode 2026-2031 langsung dimanfaatkan untuk menandatangani nota kesepahaman strategis. Bank Bengkulu digandeng untuk memperkuat ekosistem bisnis daerah dalam forum yang digelar di Hotel Santika Bengkulu, Sabtu (1/8/26) malam.
Forum bisnis yang mengusung tema "Akselerasi Investasi dan Penguatan Ekosistem Bisnis Bengkulu" ini tak hanya menjadi seremonial belaka. Sejumlah langkah konkret diwujudkan, mulai dari penandatanganan MoU hingga penyerahan beasiswa Rp1 juta bagi lima kader HMI berprestasi yang tengah merintis usaha.
PINBOOK Jadi Jawaban Dominasi Politik di Kader HMI
Wali Kota Bengkulu, Dr. H. Dedy Wahyudi, S.E., M.M., menyoroti ketimpangan aktivitas kader HMI yang selama ini lebih banyak berkutat di ranah politik. Menurutnya, kehadiran HIPKA menjadi jawaban atas kebutuhan wadah pencetak wirausaha baru yang selama ini terbatas.
"Ini ada ruang bagi teman-teman dan adik-adik kita yang ingin mengasah kemampuan kewirausahaan. Sekarang sudah ada wadahnya," ungkap Dedy dalam sambutannya.
Wali Kota secara khusus meminta pengurus HIPKA untuk menghidupkan kembali Pusat Inkubasi Bisnis (PINBOOK). Wadah ini dinilai bisa menjadi laboratorium praktis untuk melatih kemandirian ekonomi kader, dengan potensi besar yang bisa digarap di sektor properti dan otomotif lokal.
Komitmen Konkret: MoU Bank Bengkulu dan Beasiswa Kader
Ketua Umum BPW HIPKA Bengkulu, H. Roni Desa, S.Sos., MM, menegaskan kepengurusan baru ini mengemban tanggung jawab besar untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. "Kami ingin mendorong investasi, memperluas jaringan usaha, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Bengkulu," ujarnya.
Acara ini turut menghadirkan Ketua Umum BPP HIPKA yang juga Anggota DPR RI, H. Kamrussamad, Ph.D, yang memaparkan materi mengenai inovasi fiskal daerah dan penguatan UMKM. Hadir pula Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi, SE., MM, Direktur Utama PT Laksita Afrizal Arifin, SE, Rektor Universitas Bengkulu Dr. Retno Agustina Ekaputri, serta Bupati Bengkulu Utara Mian dan Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto.
Wali Kota Ingatkan MoU Jangan Berhenti di Atas Kertas
Di akhir arahannya, Dedy Wahyudi mengingatkan agar seluruh kerja sama yang telah ditandatangani tidak berhenti di atas kertas. Ia mengapresiasi kesuksesan acara yang dinilainya sederhana namun mengena, dengan aksi nyata berupa penandatanganan MoU langsung di momen pelantikan.
"Acara ini luar biasa sukses, sederhana tapi mengena. Tadi langsung action MoU. Tetapi tanpa tindak lanjut, itu juga percuma. Saya jarang melihat ketika pelantikan ada MoU, tinggal lagi ada tindak lanjut," pungkasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, HIPKA Bengkulu optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mencetak wirausahawan muda tangguh. Sinergi antara pemerintah, perbankan, dan dunia usaha menjadi kunci utama dalam mewujudkan Bengkulu yang maju dan alumninya bahagia.