Jakarta - Emas masih menjadi salah satu aset investasi sekaligus perhiasan yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Selain memiliki nilai investasi yang cenderung stabil dalam jangka panjang, logam mulia ini banyak dipilih sebagai aksesori karena tampilannya yang elegan dan bisa dipakai sehari-hari.
Namun, sebelum membeli atau menjual emas, masyarakat perlu mengetahui kadar serta keaslian logam mulia tersebut. Hal ini penting karena tidak semua perhiasan memiliki kandungan emas yang sama, serta adanya risiko peredaran emas palsu yang bisa merugikan konsumen. Kadar emas sangat memengaruhi nilai jual, daya tahan, hingga harga sebuah perhiasan — semakin tinggi kadar emas di dalamnya, semakin tinggi pula nilai ekonomi yang dimilikinya.
Terdapat sejumlah cara praktis yang dapat dilakukan sendiri di rumah untuk memeriksa kadar atau keaslian emas sebagai langkah pengujian awal tanpa merusak fisik perhiasan. Langkah pertama adalah memeriksa cap atau hallmark yang biasanya terukir pada bagian tersembunyi perhiasan. Produsen umumnya mencantumkan kode angka tertentu yang menunjukkan kadar emas, seperti kode 999 untuk emas 24 karat, 916 untuk 22 karat, 750 untuk 18 karat, 585 untuk 14 karat, dan 375 untuk 9 karat.
Langkah kedua adalah mengamati warna dan kilau perhiasan. Emas murni yang asli memiliki warna merata dengan kilau alami, sedangkan warna yang memudar atau memunculkan bercak hitam menandakan kandungan emasnya rendah. Langkah ketiga adalah memanfaatkan magnet yang kuat, karena emas merupakan logam non-magnetis sehingga emas asli tidak akan tertarik oleh magnet, meskipun cara ini bukan jaminan mutlak karena ada logam campuran lain yang juga tidak bereaksi terhadap magnet. Langkah keempat adalah dengan memperhatikan berat perhiasan secara manual, sebab massa jenis emas yang tinggi membuat perhiasan emas terasa lebih mantap dan berat dibandingkan logam lain yang berukuran sama.
Setiap kadar karat pada emas menunjukkan persentase kandungan logam mulia murni di dalam perhiasan tersebut: 24 karat mengandung 99,9% emas murni, 22 karat 91,6%, 18 karat 75,0%, 14 karat 58,5%, dan 9 karat 37,5%. Emas dengan karat yang lebih tinggi cenderung memiliki warna kuning yang lebih pekat dan bernilai tinggi. Sebaliknya, kadar yang lebih rendah memiliki campuran logam tambahan yang lebih banyak sehingga strukturnya lebih kuat untuk penggunaan sehari-hari.
Masyarakat diimbau untuk menghindari metode pengujian ekstrem yang banyak beredar di internet, seperti menggigit emas, menggoreskannya ke benda kasar, atau menyiramkan cairan kimia sembarangan. Metode tradisional tersebut berisiko meninggalkan bekas permanen yang justru menurunkan estetika dan nilai jual perhiasan. Cara paling aman untuk mengetahui kadar emas secara akurat adalah dengan membawa perhiasan ke toko emas terpercaya atau laboratorium profesional yang memiliki alat uji modern cepat tanpa merusak logam — terutama disarankan ketika hendak membeli emas bekas, menerima warisan perhiasan, ingin menjual kembali aset, atau ketika dokumen sertifikat asli perhiasan tersebut sudah hilang.