Pencarian

5 Rumah Sakit di Bengkulu Penuh, Pasien Asal Seluma Akhirnya Dirawat di RSUD Tais

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 19:29:01 WIB
5 Rumah Sakit di Bengkulu Penuh, Pasien Asal Seluma Akhirnya Dirawat di RSUD Tais
Pasien asal Seluma akhirnya dirawat di RSUD Tais setelah lima rumah sakit di Kota Bengkulu menyatakan kamar rawat inap penuh.

BENGKULU — Sesmawati, kakak ipar Efendi, menceritakan bahwa pihak keluarga sempat membawa pasien ke Rumah Sakit Muhammad Yunus (RSMY) di Kota Bengkulu dengan harapan mendapat perawatan maksimal. Namun, rumah sakit rujukan tersebut menyatakan penuh, begitu pula dengan RS Umi dan RS Detasmen Kesehatan Ketentaraan (DKT).

"Alasannya rumah sakit penuh semua," kata Sesmawati saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (1/8/2026).

Perjalanan Pasien Ditolak di Lima RS Berbeda

Setelah tiga rumah sakit pertama menolak, keluarga masih mencoba membawa Efendi ke RS Rafflesia dan Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD). Nasib yang sama kembali dialami, kelima fasilitas kesehatan tersebut kompak menyatakan tidak memiliki kamar rawat inap yang tersedia.

"Lima rumah sakit itu penuh semua," ungkap Sesmawati.

Karena kondisi pasien yang terus melemah, keluarga akhirnya memutuskan membawa Efendi kembali ke Kabupaten Seluma dan menuju RSUD Tais. Di rumah sakit daerah tersebut, Efendi akhirnya mendapatkan ruang perawatan untuk menjalani pengobatan intensif.

RSHD Sebut Pasien Terindikasi Campak

Direktur RSHD, Lista Cherlyviera, membenarkan peristiwa yang dialami keluarga Efendi. Ia menjelaskan bahwa pasien tersebut datang ke IGD RSHD sekitar pukul 17.00 WIB dan telah diperiksa oleh tim medis.

"Pasien tersebut datang sore sekitar jam 5. Sudah diperiksa dan dinyatakan harus dirawat inap, selanjutnya keluarga mengurus administrasi untuk menjalani rawat inap ternyata kamar penuh," beber Lista.

Lista menambahkan bahwa pasien diduga terindikasi campak. Pihak rumah sakit sebenarnya memiliki prosedur untuk membantu keluarga mencari ruang perawatan alternatif di fasilitas kesehatan lain apabila kamar di RSHD sedang penuh.

"Belum sempat diedukasi, keluarga marah-marah dan membawa pulang keluarganya dengan hujatan di konten viral tersebut di media sosial. Mungkin kesal karena semua rumah sakit yang dia datangi ternyata penuh," tuturnya.

Menurut Lista, edukasi kepada keluarga pasien tidak sempat dilakukan karena mereka sudah terlanjur meninggalkan rumah sakit dalam kondisi emosi. Padahal, koordinasi antar rumah sakit untuk mencari ketersediaan kamar merupakan bagian dari standar pelayanan ketika ruang perawatan di satu fasilitas penuh.

"Kami kalau ada pasien datang namun ruang rawat inap penuh maka kami akan carikan di rumah sakit lain, namun pihak keluarga sudah keburu marah dan pergi," jelasnya.

Peristiwa ini menyoroti tingginya tingkat keterisian rumah sakit di Kota Bengkulu yang kerap menjadi rujukan warga dari kabupaten sekitarnya, termasuk Seluma. Keterbatasan ruang rawat inap menjadi persoalan klasik yang kerap dihadapi pasien ketika harus mendapatkan penanganan medis secepatnya.

Follow www.lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks