Pencarian

Gulai Umbut Rotan Khas Bengkulu Mulai Langka, Cita Rasa Pahit yang Lumer di Lidah Hanya Tersisa di Beberapa Rumah Makan

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 16:07:01 WIB
Gulai Umbut Rotan Khas Bengkulu Mulai Langka, Cita Rasa Pahit yang Lumer di Lidah Hanya Tersisa di Beberapa Rumah Makan
Gulai umbut rotan khas Bengkulu dengan cita rasa pahit yang lumer di lidah disajikan di Rumah Makan Padang Guci, Panorama.

BENGKULU — Di tengah maraknya kuliner modern, sebagian besar warga Bengkulu justru mengenal rotan bukan sebagai bahan kursi atau meja, melainkan bahan utama hidangan berkuah santan. Rotan muda atau umbut rotan diolah dengan resep turun-temurun menjadi gulai yang memiliki cita rasa kompleks: pahit, manis, dan kaya rempah.

Hidangan ini kini menjadi barang langka. Di Kota Bengkulu, hanya ada beberapa rumah makan yang masih berani menjual menu ini karena sulitnya mendapatkan pasokan rotan muda. Salah satunya adalah Rumah Makan Padang Guci yang berlokasi di Jalan Danau, Panorama.

Rasa Pahit yang Justru Membuat Ketagihan

Berbeda dengan gulai pada umumnya, gulai umbut rotan memiliki karakteristik kuah yang tidak kental. Santan yang digunakan dimasak dengan teknik khusus agar tidak berminyak, sehingga tidak meninggalkan lemak jahat di dalam tubuh.

Suapan pertama memang akan menyajikan sensasi agak pahit di lidah. Namun, rasa pahit itu menghilang seiring proses mengunyah, digantikan dominasi rempah-rempah dan bumbu rahasia khas resep tradisional. Perpaduan inilah yang membuat hidangan ini terasa lebih nikmat dibanding gulai biasa.

Untuk menambah kenikmatan, gulai umbut rotan biasanya disajikan bersama petai dan terong muda. Kombinasi?? bahan membuat makan siang terasa lebih lengkap dan berselera.

Bahan Baku Kini Sulit Dicari, Harga Melambung

Di balik kelezatannya, ada masalah pelik yang dihadapi para penjual dan penikmat kuliner ini: kelangkaan bahan baku. Pohon rotan yang dulunya mudah ditemukan di hutan Bengkulu, kini mulai langka. Para pencari umbut rotan harus masuk lebih dalam ke hutan untuk mendapatkan pasokan.

Kondisi ini berdampak langsung pada ketersediaan di pasar. Penjual rotan muda di pasar tradisional sangat sulit didapati, dan jika ada, harganya terbilang mahal. Kelangkaan ini menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan kuliner warisan lokal yang kaya rasa ini.

Warisan Kuliner yang Butuh Perhatian

Gulai umbut rotan bukan sekadar makanan, melainkan identitas kuliner Bengkulu yang sarat sejarah dan kearifan lokal. Jika tidak ada upaya pelestarian, baik melalui budidaya rotan maupun dokumentasi resep, bukan tidak mungkin hidangan ini hanya akan menjadi cerita di masa depan.

Keberadaan rumah makan seperti Padang Guci menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan ini tetap hidup. Namun, tanpa dukungan pasokan bahan baku yang stabil, perjuangan mereka untuk mempertahankan menu tradisional ini akan semakin berat.

Follow www.lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarutara.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks