BENGKULU — Penggeledahan berlangsung sejak pukul 21.00 WIB hingga 03.48 WIB. Petugas terlihat membawa enam koper dari dalam rumah dan memasukkannya ke tiga unit kendaraan sebelum meninggalkan lokasi. Belum ada penjelasan resmi mengenai isi koper tersebut dan kaitannya dengan perkara yang tengah ditangani KPK.
Empat Inisial Muncul, Dua Di Antaranya Bantah Terlibat
Informasi yang beredar di kalangan publik menyebut empat nama yang dikaitkan dengan dugaan OTT di Kota Bengkulu. Mereka adalah inisial No yang merupakan Kadis PUPR Kota Bengkulu (Noprisman), Mu yang berprofesi sebagai kontraktor, De anggota DPRD Kota Bengkulu, serta Sa yang juga kontraktor.
Dari keempat nama itu, dua di antaranya – No dan De – telah membantah dugaan keterlibatan mereka. Namun sumber yang dihimpun redaksi belum bisa memastikan kebenaran bantahan tersebut karena KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Juru Bicara KPK: Belum Ada Informasi
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo telah dikonfirmasi terkait isu OTT di Bengkulu. Ia menyatakan belum mendapatkan informasi mengenai hal itu.
“Sampai dengan saat ini tidak ada informasi tersebut,” ujar Budi dalam keterangan singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh informasi terkait dugaan OTT dan nama-nama yang beredar masih bersifat awal dan belum terverifikasi secara resmi. Redaksi tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan akan melakukan pemutakhiran setelah adanya pernyataan dari KPK maupun pihak terkait.
Aktivitas Tim KPK Terpantau, Publik Menanti Kejelasan
Sejak Jumat malam, aktivitas tim penyidik KPK terpantau di Kota Bengkulu. Penggeledahan di rumah Noprisman menjadi titik terang di tengah simpang siurnya kabar OTT. Sejumlah warga sekitar mengaku melihat petugas keluar-masuk rumah dengan membawa koper.
Belum diketahui secara pasti perkara yang mendasari penggeledahan tersebut. KPK juga belum menetapkan siapa pun sebagai tersangka atau memberikan konfirmasi mengenai status OTT di Bengkulu.