1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Mensos: Ada yang Main Saat Jam Kantor

Penulis: Ragil  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:26:01 WIB
Mensos Saifullah Yusuf mengungkapkan temuan PPATK terkait 1.900 pegawai Kemensos yang terindikasi judi online, dengan transaksi keluar mencapai Rp8,6 miliar.

JAKARTA — Temuan PPATK itu diungkapkan Mensos Saifullah Yusuf saat memberikan arahan kepada pegawai di Gedung Aneka Bakti Kemensos, Jakarta, Selasa. Dari total 1.900 pegawai yang terindikasi, nilai transaksi keluar mencapai Rp8,6 miliar.

"Masih ada di sekitar teman-teman yang belum disiplin, ada yang masih main judi online, data ini kelihatan banget namanya siapa, mainnya berapa, bahkan ada yang main pada saat jam kantor," kata dia di hadapan ratusan pegawai.

Mayoritas Pelaku adalah PPPK yang Baru Diangkat 2025

Komposisi oknum pegawai yang terindikasi judol didominasi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Rinciannya, 1.800 orang berstatus PPPK, 42 orang PNS/ASN, dan selebihnya PPPK paruh waktu.

Saifullah memaparkan, 97,9 persen dari kelompok PPPK tersebut merupakan pegawai yang baru diangkat pada 2025 dari eks tenaga non-ASN. Kondisi ini menjadi evaluasi serius terhadap saringan integritas dalam proses pengangkatan pegawai.

Mensos: Ini Masalah Integritas, Bukan Sekadar Pelanggaran Disiplin

Kementerian Sosial menilai praktik judol di lingkungan internal tidak hanya mengancam kedisiplinan, tetapi juga integritas dan mental pelayanan. Karena itu, langkah tindak lanjut dinilai penting untuk menjaga kualitas pelayanan publik.

"Paling tidak ini bisa jadi cermin buat kita. Kita punya tugas memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial sesuai arahan Bapak Presiden, maka kita sendiri harus disiplin," tegas Mensos dengan suara menekan.

Inspektorat Jenderal Akan Verifikasi dan Panggil Pegawai

Saifullah memastikan Inspektorat Jenderal Kemensos akan memverifikasi data dari PPATK tersebut. Pihaknya tidak menutup kemungkinan memanggil oknum pegawai yang namanya tercantum dalam laporan untuk menentukan langkah pembinaan selanjutnya.

Selain judol, Mensos juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak melakukan penyimpangan anggaran. Ia mengaku mengantongi banyak informasi terkait pelanggaran kedisiplinan dari tingkat ringan hingga berat di seluruh unit kerja Kemensos di Indonesia.

Di Tengah Teguran, Mensos Janjikan Kenaikan Tukin

Di sela arahan tegasnya, Saifullah juga menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan pegawai. Ia menargetkan kenaikan tunjangan kinerja (tukin) selama masa kepemimpinannya.

"Saya nanti juga akan dikoreksi oleh penerus saya dengan Pak Wamen. Untuk itu Bapak-Ibu sekalian, waktu saya yang lima tahun ini saya ingin bersama teman-teman sekalian ini gandeng tangan bikin prestasi. Lalu naikkan tunjangan kinerja, kita naikkan!. Tukin itu halal itu, halal itu! Hidup Tukin! Hidup Tukin!," seru Mensos disambut sorak sorai meriah dari para pegawai.

Reporter: Ragil
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top