BOJONEGORO — Di bawah terik matahari siang, sejumlah prajurit TNI terlihat memegang selang air dan sapu lidi di depan sebuah masjid di Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Mereka adalah bagian dari Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro yang tengah merawat jalan cor yang baru saja rampung dikerjakan.
Menggunakan mobil tangki air, penyiraman dilakukan secara merata dan berkala di sepanjang permukaan jalan. Aktivitas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari tahap pemeliharaan infrastruktur yang bertujuan memastikan kualitas bangunan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Metode penyiraman atau curing ini dilakukan untuk menjaga kelembapan beton. Proses pengerasan yang optimal akan membuat permukaan jalan lebih kokoh, padat, dan tahan terhadap beban kendaraan yang melintas setiap harinya.
Selain memperkuat struktur, kegiatan ini juga berdampak langsung pada kenyamanan warga. Lalu lalang kendaraan di jalan yang baru dicor kerap memicu debu beterbangan, terutama saat cuaca kering. Dengan penyiraman rutin, polusi debu di sekitar rumah ibadah dan permukiman warga dapat ditekan secara signifikan.
Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa perawatan adalah bentuk komitmen TNI dalam menjaga mutu hasil pembangunan. Ia menyebut, kenyamanan warga, termasuk mereka yang beraktivitas di masjid, menjadi prioritas utama.
“Penyiraman ini penting untuk menjaga kelembapan jalan cor agar pengerasannya optimal. Sekaligus mengurangi debu di sekitar lokasi, sehingga masyarakat yang beraktivitas maupun beribadah di masjid tetap merasa nyaman,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.
Perawatan intensif ini diharapkan membuat fasilitas fisik yang dibangun bersama warga memiliki daya tahan jangka panjang. Jalan yang mulus dan bebas debu di Dusun Krebet dinilai mampu memperlancar roda perekonomian, mempermudah mobilitas harian, serta mempererat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.