BENGKULU — Angka kunjungan ke perpustakaan daerah Kota Bengkulu ditargetkan melonjak hingga 5.000 orang sepanjang 2026. Target ini dinaikkan setelah realisasi kunjungan tahun 2025 baru mencapai 3.250 orang.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu Mukhlis menyebut peningkatan target ini dibarengi sejumlah inovasi layanan. Pihaknya tidak hanya mengandalkan kunjungan fisik ke kantor dinas, tetapi juga mengembangkan akses bacaan berbasis digital.
Perpustakaan digital bertajuk "Pustaka di Ujung Jari" kini menyediakan lebih dari 400 judul buku. Koleksinya mencakup pengetahuan umum, pendidikan, literatur, hingga bacaan anak-anak.
Masyarakat dapat mengakses seluruh koleksi tersebut secara gratis setelah melakukan pendaftaran pada aplikasi. Layanan ini dirancang untuk menjawab keterbatasan waktu warga yang tidak sempat datang langsung ke perpustakaan.
Menurut Mukhlis, inovasi ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan pola membaca masyarakat yang kian dekat dengan teknologi. Ia berharap layanan digital mampu menjangkau lebih banyak pembaca, terutama generasi muda yang akrab dengan gawai.
Selain menggarap layanan digital, pemkot juga menggenjot minat baca lewat program pembinaan perpustakaan sekolah dan pelatihan pengelola perpustakaan. Kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat turut dijalankan secara berkala.
Sejumlah program itu diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat di Kota Bengkulu. Pemerintah berharap inovasi yang dijalankan menjadi sarana efektif membangun budaya membaca sekaligus memperluas akses warga terhadap sumber pengetahuan di era digital.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu Mukhlis menyampaikan bahwa target kunjungan 2026 sengaja dinaikkan untuk mendorong peningkatan minat baca masyarakat secara berkelanjutan.