BENGKULU — Program seragam dan perlengkapan sekolah gratis yang menjadi unggulan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dipastikan berhenti sementara pada tahun 2026. Kebijakan ini diambil setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat tidak lagi mampu membiayai program yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.
Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto mengakui penghentian ini merupakan keputusan yang berat. Pasalnya, program tersebut selama ini menjadi garda terdepan untuk mencegah anak-anak di daerahnya putus sekolah karena faktor ekonomi.
"Pemberian seragam dan perlengkapan sekolah gratis ini merupakan program prioritas saya dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah. Kami ingin memastikan semua anak di Bengkulu Tengah jangan sampai ada putus sekolah, karena tidak mampu membeli seragam dan perlengkapan sekolah," kata Rachmat di Bengkulu, Jumat.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah mencatat, pada tahun 2025 sebanyak 2.445 pelajar menerima bantuan program ini. Rinciannya, 1.555 siswa SD dan 890 siswa SMP.
Meski dihentikan tahun depan, pemkab tidak tinggal diam. Disdikbud kini tengah menyusun kebutuhan anggaran sekaligus melakukan pendataan ulang calon penerima manfaat. Langkah ini ditempuh agar program bisa langsung dieksekusi begitu kondisi fiskal daerah membaik.
"Jika anggaran ada, maka di tahun 2027 program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis ini kami gerakkan lagi. Karena program ini salah satu program unggulan kami," ujar Rachmat.
Rachmat tidak merinci secara gamblang pos belanja mana yang membuat APBD 2026 jebol. Namun, ia memberi sinyal bahwa prioritas belanja daerah tahun depan akan lebih difokuskan pada kebutuhan yang lebih mendesak dan berdampak langsung pada layanan publik.
Kondisi fiskal yang terbatas ini memaksa pemkab untuk memilah program mana yang harus berjalan dan mana yang bisa ditunda. Untuk tahun 2027 sendiri, pemkab belum bisa memastikan apakah program ini kembali berjalan, sebab semuanya bergantung pada kemampuan APBD daerah.
Kebijakan ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi orang tua siswa di Kabupaten Bengkulu Tengah. Mereka yang selama tiga tahun terbantu meringankan beban belanja sekolah kini harus kembali menyiapkan anggaran sendiri untuk seragam dan perlengkapan anak-anaknya di tahun ajaran baru 2026.