BENGKULU — Ajakan itu disampaikan Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid saat menghadiri talk show di BETV pada Kamis (6/8). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pemberantasan geng motor tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari orang tua, guru, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Kapolda memaparkan bahwa Polda Bengkulu dan jajaran kini menerapkan pendekatan komprehensif untuk menangani aksi yang meresahkan ini. Langkah yang dilakukan mencakup patroli rutin, penegakan hukum, hingga pembinaan generasi muda.
“Penanganan aksi meresahkan ini tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat melalui edukasi dan kolaborasi yang baik,” ujar Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid di Bengkulu, Kamis (6/8).
Selain edukasi di lingkungan sekolah, Polda Bengkulu juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Menurut Kapolda, kolaborasi ini penting untuk mencegah munculnya aksi-aksi yang berpotensi menimbulkan korban dan keresahan.
“Pencegahan merupakan kunci agar aksi yang meresahkan ini tidak berkembang dan tidak menimbulkan korban maupun keresahan di tengah masyarakat,” tandasnya.
Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Ia menekankan bahwa laporan dari warga sangat membantu pihak kepolisian dalam bertindak cepat di lapangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan,” jelas Kapolda.
Kegiatan talk show ini juga dihadiri oleh General Manager BETV, General Manager RBTV, General Manager Harian RB, General Manager Harian BE, serta Pemimpin Redaksi BETV. Kehadiran para pimpinan media tersebut diharapkan dapat memperluas sosialisasi imbauan keamanan kepada publik.