BENGKULU — PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) resmi menurunkan New mu-X 4x4 di ICE BSD, Tangerang, pada 5 Agustus, bertepatan dengan gelaran GIIAS yang berlangsung 30 Juli sampai 9 Agustus. Mengusung tema "Real Partner, Real Journey", pabrikan menegaskan kalau ini bukan sekadar SUV kota. Setelah melihat langsung spesifikasinya, saya bisa bilang: pernyataan itu bukan basa-basi.
Jantung mekanisnya masih mengandalkan diesel RZ4E 1.898 cc. Tenaganya cuma 150 PS, angka yang kalah jauh dari Fortuner 2.4L atau Pajero Sport 2.4L. Tapi jangan salah baca spek. Torsi puncaknya mencapai 350 Nm, dan untuk kerja di medan berat, torsi jauh lebih penting daripada tenaga puncak.
Mesin ini sudah memenuhi standar emisi EURO 4 dengan tambahan Diesel Oxidation Catalyst. Transmisinya otomatis 6-percepatan Triptronic yang memungkinkan perpindahan gigi manual. Untuk ukuran mesin 1.9L yang menggerakkan bodi sebesar ini, konsumsi BBM jelas bukan keunggulannya—ekspektasi realistisnya ada di kisaran 8-10 km/l untuk kombinasi, tapi itu tebakan saya berdasarkan kapasitas mesin dan bobot, bukan hasil uji resmi.
Isuzu memasang 4WD Transfer Control dengan rotary switch. Mode 2H ke 4H bisa dioperasikan sambil jalan, asalkan kecepatan di bawah 100 km/jam. Ini fitur yang sangat membantu saat hujan mendadak di jalan tanah—Anda tidak perlu berhenti untuk menarik tuas manual seperti generasi lawas.
Untuk perlindungan bawah, ada steel skid plate yang melindungi mesin dan komponen vital dari benturan batu. Ground clearance 230 mm dan kemampuan menerjang genangan air setinggi 800 mm menegaskan posisinya: mobil ini siap masuk perkebunan sawit, area tambang, atau jalur tanah berbatu yang bikin SUV perkotaan menyerah.
Perubahan eksterior paling kentara ada di bagian depan. Isuzu menyebutnya Dynamic Grille Design dengan grille lebih lebar, dilengkapi New Aerodynamic Design dan Air Curtains. Jangan anggap ini sekadar polesan biar keliatan gagah—air curtains berfungsi mengarahkan aliran udara ke roda depan, mengurangi hambatan angin dan kebisingan di kabin saat kecepatan tinggi.
Efeknya memang tidak bisa saya buktikan dalam hitungan menit di area pameran. Butuh test drive panjang di tol untuk merasakan perbedaan tingkat kebisingan dibanding generasi sebelumnya. Yang jelas, pendekatan desain ini menunjukkan Isuzu mencoba menyeimbangkan kemampuan off-road dengan kenyamanan harian.
New mu-X 4x4 ini jelas dibuat untuk satu tujuan: menjadi alat kerja yang bisa diandalkan di medan paling tidak bersahabat. Sistem 4WD-nya praktis, ground clearance-nya tinggi, dan mesin dieselnya didesain untuk torsi, bukan kecepatan. Kalau kebutuhan Anda adalah operasional tambang, perkebunan, atau proyek infrastruktur di daerah terpencil, mobil ini masuk daftar beli.
Tapi kalau Anda mencari SUV keluarga yang nyaman untuk macet di Sudirman dan sesekali liburan ke Puncak, ada pilihan yang jauh lebih rasional di kelas harga yang sama. Isuzu mu-X 4x4 bukan mobil untuk semua orang—dan itu justru kekuatan utamanya.