BENGKULU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu meminta warga untuk tidak beraktivitas di luar ruangan jika tidak terlalu diperlukan. Imbauan ini dikeluarkan menyusul gangguan cuaca akibat fenomena El Nino yang meningkatkan risiko penyakit seperti batuk, flu, pilek, dehidrasi, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinkes Kota Bengkulu Nelli Hartati mengatakan, perubahan suhu yang ekstrem dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Karena itu, menjaga asupan makanan dan cairan menjadi kunci utama, terutama bagi mereka yang tetap harus bekerja di luar ruangan.
Nelli mengingatkan warga yang mengalami gejala flu atau batuk untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Jika sedang mengalami gejala flu atau batuk, sebaiknya gunakan masker ketika berada di luar rumah. Selain itu, hindari paparan panas matahari secara berlebihan dan kurangi aktivitas di luar ruangan jika memang tidak terlalu diperlukan," ujarnya di Bengkulu, Rabu.
Selain menjaga kesehatan pribadi, Dinkes Kota Bengkulu juga mendorong warga meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Kondisi cuaca ekstrem disebut dapat mempercepat penyebaran penyakit jika lingkungan sekitar tidak terjaga.
Nelli menekankan, langkah sederhana seperti mencukupi kebutuhan air putih, menjaga pola makan bergizi seimbang, beristirahat cukup, dan rutin beraktivitas fisik merupakan upaya penting menjaga kondisi tubuh. Ia juga meminta masyarakat menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
"Kami juga meminta masyarakat menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan atau gejala penyakit sehingga risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas dapat ditekan," kata Nelli.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Dinkes Kota Bengkulu untuk menghadapi cuaca panas akibat El Nino: