BENGKULU — Tekanan inflasi tahunan di Kota Bengkulu masih bersumber dari harga pangan dan energi. Berdasarkan rilis resmi BPS yang digelar Senin (3/8/2026), kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil terbesar terhadap inflasi, yakni mencapai 1,27 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Kota Bengkulu, Tina Wahyufitri, memaparkan sejumlah komoditas yang paling dominan mendorong kenaikan indeks harga. "Komoditas yang paling dominan mendorong inflasi yakni emas perhiasan, angkutan udara, cabai merah, bensin, dan ikan dencis," ujarnya dalam kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS setempat.
Jika dilihat secara bulanan (month to month), inflasi Kota Bengkulu tercatat tipis di angka 0,03 persen. Namun, di balik angka kecil itu, kelompok transportasi justru menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,11 persen.
Kenaikan harga bensin, biaya angkutan udara, kontrak rumah, biaya sekolah dasar, hingga susu bubuk menjadi faktor utama pendorong inflasi sepanjang Juli 2026. Kondisi ini berbeda dengan pola tahunan yang lebih banyak dipicu harga pangan.
Meski secara keseluruhan mengalami inflasi, beberapa harga pangan justru terkoreksi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi bulanan dengan andil 0,21 persen.
Penurunan harga cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, kopi bubuk, dan emas perhiasan menjadi komoditas yang paling berpengaruh menahan laju inflasi bulanan. Sementara itu, untuk inflasi tahunan, kelompok kesehatan tercatat tidak memberikan andil sama sekali terhadap inflasi.
BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang memberikan andil deflasi pada periode tahunan. Di antaranya adalah bawang merah, santan segar, tarif rumah sakit, jengkol, dan sepatu pria.
Untuk inflasi tahun kalender (year to date) hingga Juli 2026, Kota Bengkulu mencatatkan angka 1,74 persen. Angka ini menjadi indikator awal tren harga barang dan jasa sepanjang tahun berjalan.
Rilis Berita Resmi Statistik tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, Bappeda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Bagian Perekonomian Setda Kota Bengkulu, serta jajaran BPS Kota Bengkulu dan insan media.