Defisit APBD Perubahan Kepahiang Tembus Rp 98 Miliar, Rencana Tarik Modal dari Bank Bengkulu Batal

Penulis: Saiful  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:51:31 WIB
Defisit APBD Perubahan Kepahiang mencapai Rp 98 miliar setelah rencana penarikan dana penyertaan modal dari Bank Bengkulu batal.

KEPAHIANG — Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang menutup lubang defisit anggaran melalui penarikan dana penyertaan modal di Bank Bengkulu dipastikan batal. Akibatnya, beban defisit dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 kian membengkak hingga menyentuh angka sekitar Rp 98 miliar.

Padahal, sebelumnya Pemkab telah menganggarkan pencairan penyertaan modal senilai Rp 9.862.257.114,94 untuk memenuhi kebutuhan kas jangka pendek daerah. Batalnya realisasi dana tersebut membuat posisi kas daerah semakin tertekan di tengah kebutuhan belanja yang terus berjalan.

Prosedur Panjang yang Menggagalkan Pencairan Dana

Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata mengungkapkan bahwa penarikan dana dari lembaga perbankan milik daerah bukanlah proses administrasi sederhana. Sejumlah persyaratan hukum dan tata kelola internal bank harus dipenuhi lebih dulu sebelum dana bisa dicairkan.

“Rencana awal memang ingin menarik penyertaan modal sebesar Rp 9,8 miliar untuk menutupi kebutuhan anggaran. Namun batal, karena butuh proses teknis, administratif, dan regulasi yang cukup panjang serta kompleks,” kata Zurdi Nata, Selasa (4/8/2026).

Ia menambahkan bahwa kajian dampak fiskal hingga persetujuan dewan pengawas dan rapat internal pemegang saham menjadi prasyarat yang wajib dilalui. “Ini bukan sekadar pencairan dana; ada tata kelola dan aturan yang harus ditaati agar tidak menimbulkan masalah ke depan,” ujarnya.

Opsi Penambal Defisit: Geser Anggaran atau Tunda Program?

Dengan batalnya skema penyertaan modal tersebut, Pemkab Kepahiang dipaksa mencari jalan keluar lain. Beberapa opsi yang masuk pertimbangan adalah penggeseran anggaran antarorganisasi perangkat daerah (OPD), penundaan program non-prioritas, serta pergeseran belanja modal.

Namun, skenario ini diyakini bakal berdampak langsung pada realisasi program pembangunan dan pelayanan publik di daerah. Setiap pilihan kebijakan yang diambil akan menentukan program mana yang tetap jalan dan mana yang harus dikorbankan di sisa tahun anggaran.

Pengamat fiskal daerah menilai defisit sebesar itu menuntut komunikasi yang intensif antara eksekutif dan legislatif. Tujuannya, menyusun skenario pemulihan anggaran yang tidak merusak prioritas pembangunan yang telah disepakati.

DPRD Belum Bersuara, Pemkab Janji Transparan

Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD maupun pimpinan fraksi setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penyelamatan anggaran. Sikap resmi lembaga legislatif masih dinantikan publik menyusul besarnya celah fiskal yang harus ditutup.

Pihak eksekutif sendiri berkomitmen untuk membuka proses penanganan defisit kepada publik. Pemkab Kepahiang berjanji akan menyampaikan rencana rinci penanganan defisit kepada DPRD dalam waktu dekat sebagai bagian dari transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Reporter: Saiful
Sumber: klikinfoberita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top