BENGKULU TENGAH — Janji program unggulan "Jalan Mulus" yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah masih jauh dari harapan warga di Desa Dusun Anyar, Kecamatan Pondok Kubang. Akses vital sepanjang dua kilometer dengan lebar empat meter itu terakhir kali mendapat pengerasan sederhana pada 2016 dan sejak saat itu tidak pernah tersentuh pembangunan berarti.
Kondisi terkini di lapangan, jalan yang menjadi urat nadi penghubung desa dengan pusat pemerintahan daerah itu hanya berupa hamparan kerikil dan tanah merah. Saat musim hujan tiba, genangan air dan lumpur membuat kendaraan roda dua maupun roda empat nyaris mustahil melintas.
Kepala Desa Dusun Anyar, Arman, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur ini telah diusulkan secara berulang kali dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang), mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Jalan ini telah tertinggal tanpa perhatian pembangunan selama bertahun-tahun. Setiap tahun kami mengusulkan di Musrembang, tetapi hasilnya tetap saja kerikil dan tanah merah. Pada tahun 2016 hanya dilakukan pengerasan sederhana, dan hingga saat ini belum ada kejelasan kapan akan dibangun lagi,” keluh Arman.
Arman meminta Bupati Bengkulu Tengah dan dinas terkait untuk segera bertindak. Ia berharap jalan ini bisa ditingkatkan menjadi aspal, atau setidaknya menggunakan metode Laston (Lapisan Atas Beton) agar lebih awet.
“Yang paling menyakitkan bagi warga adalah ketika musim hujan. Jalan tidak bisa dilalui karena genangan di mana-mana. Kami sangat berharap ada perhatian serius untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan ini,” tegasnya.
Camat Pondok Kubang, Hendri Irawan, S.Sos., membenarkan adanya kerusakan serius pada akses menuju pusat pemerintahan daerah tersebut. Pihaknya mengakui kondisi jalan yang memprihatinkan sangat memerlukan perbaikan segera.
“Benar sekali, setiap tahun kami sudah mengajukan perbaikan ini di Musrembang. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat usulan tersebut belum bisa sepenuhnya direalisasikan,” jelas Hendri.
Meski demikian, Hendri memberikan sedikit angin segar. Pihak kecamatan berkomitmen untuk kembali memprioritaskan pengajuan perbaikan jalan Dusun Anyar dalam Musrembang Kabupaten tahun ini. Menurutnya, perbaikan jalan ini sangat penting karena menyangkut aksesibilitas masyarakat desa serta efisiensi birokrasi menuju kantor bupati.
“Kami optimis jika kondisi keuangan daerah membaik, insyaallah tahun depan jalan ini akan segera dibangun. Ini sangat penting terkait akses masyarakat dan juga menjadi jalur alternatif yang lebih dekat jika kami perlu rapat dengan Bapak Bupati,” pungkas Hendri.
Saat ini, masyarakat hanya bisa bersabar sambil berharap bahwa komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan program “Jalan Mulus” tidak hanya sekadar menjadi slogan politik, melainkan adalah bukti nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di pelosok Bengkulu Tengah.