21 Kecamatan di Bengkulu Masuk Zona Bahaya Kekeringan, Ini Sebaran di Lebong, Mukomuko, dan Bengkulu Utara

Penulis: Saiful  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:39:01 WIB
BPBD Provinsi Bengkulu menetapkan 21 kecamatan di tiga kabupaten dalam status bahaya tinggi kekeringan berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI).

BENGKULU — Tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu harus bersiap menghadapi krisis air bersih. Dari total 128 kecamatan di provinsi ini, sebanyak 21 kecamatan masuk zona bahaya tinggi kekeringan, dan tidak ada satu pun kecamatan yang berstatus risiko rendah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, menyebut pemetaan tersebut berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI). Ia meminta warga di wilayah terdampak segera menghemat penggunaan air dan mewaspadai kebakaran hutan dan lahan.

Kecamatan Paling Rawan: Pinang Belapis hingga Pulau Enggano

Kategori bahaya tinggi berarti wilayah tersebut berpeluang besar mengalami kekeringan dengan cakupan terdampak luas. Ketersediaan air di lokasi ini dipastikan berada jauh di bawah kebutuhan normal warga.

Berikut sebaran 21 kecamatan yang masuk zona bahaya tinggi:

  • Kabupaten Lebong: Kecamatan Pinang Belapis
  • Kabupaten Mukomuko: Sungai Rumbai, Air Dikit, Air Manjunto, V Koto, XIV Koto, Penarik, Selagan Raya, Teramang Jaya, Air Rami, Malin Deman, Ipuh, Pondok Suguh, Lubuk Pinang, dan Kota Mukomuko
  • Kabupaten Bengkulu Utara: Marga Sakti Sebelat, Napal Putih, Putri Hijau, dan Pulau Enggano

Ancaman Berganda: Kemarau Panjang Bisa Picu Banjir dan Longsor

Khristian mengingatkan agar kewaspadaan tidak hanya ditujukan pada kekeringan. Ia memperingatkan potensi bencana susulan ketika musim kemarau berakhir.

"Kami mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak, tidak membakar lahan atau pekarangan selama musim kemarau, serta tetap waspada karena apabila kemarau panjang disusul hujan dengan intensitas tinggi, potensi banjir dan longsor juga bisa terjadi," jelas Khristian, Senin (3/8/2026).

BPBD meminta aparatur desa dan kecamatan di tiga kabupaten tersebut aktif memantau sumber air warga. Laporan dini dari lapangan diperlukan agar distribusi air bersih bisa dilakukan sebelum cadangan benar-benar habis.

Untuk Kabupaten Mukomuko, hampir seluruh kecamatan di pesisir barat Sumatra tersebut masuk zona merah. Kondisi ini menjadikan Mukomuko sebagai daerah dengan sebaran kekeringan tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Bengkulu.

Reporter: Saiful
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top