BENGKULU — Lahan kosong di lingkungan Kantor Dinas ESDM Provinsi Bengkulu kini disulap menjadi kebun produktif yang dinamakan Kebun Bantu Rakyat. Inovasi ini mendapat perhatian langsung dari Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat dirinya menjadi pembina apel pagi di instansi tersebut, Selasa (4/8/2026).
Kehadiran orang nomor dua di lingkungan Pemprov Bengkulu itu bukan sekadar seremonial rutin. Herwan Antoni menyempatkan diri berkeliling melihat langsung kondisi lahan, kemudian melakukan penanaman bibit pohon pisang bersama Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana.
Herwan Antoni menegaskan bahwa agenda apel keliling yang digagas Pemprov Bengkulu memiliki fungsi lebih dari sekadar forum silaturahmi. Kegiatan ini menjadi momentum bagi pimpinan daerah untuk memantau secara langsung kondisi pegawai, infrastruktur kantor, hingga berbagai inovasi yang dikembangkan masing-masing perangkat daerah.
“Apel keliling ini kami jadikan sarana untuk melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan,” ujarnya di hadapan jajaran pegawai ESDM.
Program Kebun Bantu Rakyat yang diinisiasi Kepala Dinas ESDM bersama jajarannya dinilai sebagai langkah konkret dalam memanfaatkan aset lahan kosong. Selain mempercantik lingkungan kantor, hasil kebun diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan yang sama, Herwan Antoni memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Dinas ESDM, Rico Yulyana, atas dedikasi dan kedisiplinan para pegawai yang terlihat selama apel berlangsung. Ia menilai inovasi semacam ini patut menjadi percontohan bagi OPD lain di lingkungan Pemprov Bengkulu.
Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan arahan yang diberikan Sekretaris Daerah. Ia berkomitmen menjadikan seluruh masukan tersebut sebagai pedoman kerja jajarannya ke depan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan perhatian Bapak Sekretaris Daerah. Seluruh masukan yang disampaikan akan kami terapkan dan kami pertahankan sebagai upaya meningkatkan kualitas kinerja Dinas ESDM Provinsi Bengkulu,” ujar Rico Yulyana.
Dengan adanya peninjauan langsung ini, Pemprov Bengkulu berharap program serupa dapat direplikasi di OPD lain, sehingga lahan-lahan kosong milik pemerintah tidak hanya menjadi aset pasif, tetapi juga produktif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.