Bulog Jamin Tetap Serap Gabah Petani Meski Target 4 Juta Ton Tembus September, Stok CBP Kini 5,5 Juta Ton

Penulis: Fajar  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:06:31 WIB
Petani menuai gabah di sawah, sementara Bulog memastikan penyerapan hasil panen tetap berlanjut setelah target 4 juta ton tercapai pada September.

BENGKULU — Kepastian ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, di tengah kekhawatiran petani soal kelanjutan penyerapan hasil panen. Ia menegaskan bahwa komitmen pembelian tidak akan berhenti meski angka 4 juta ton berhasil dilampaui bulan depan.

"Saya yakinkan kepada masyarakat, khususnya para petani, tidak perlu bimbang dan ragu. Setelah nanti 4 juta ton terserap di akhir September, kami akan tetap melanjutkan serapan di bulan Oktober, November, Desember, dan seterusnya," ujar Rizal di Kantor Bulog, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Stok CBP Mendekati 5,5 Juta Ton

Data per awal Agustus 2026 menunjukkan Bulog telah menyerap sekitar 3,5 juta ton beras, menyisakan selisih 500 ribu ton untuk memenuhi target Inpres. Total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola perusahaan pelat merah ini kini mendekati 5,5 juta ton.

Capaian tersebut dinilai sebagai rekor tertinggi dan menjadi bukti nyata program swasembada pangan berkelanjutan. Pada 31 Juli 2026 saja, realisasi serapan lokal telah menyentuh 3,507 juta ton dengan total stok CBP mencapai 5,25 juta ton.

"Ini adalah capaian tertinggi. Ini buah kerja keras sekaligus wujud nyata dari swasembada pangan yang berkelanjutan. Capaian ini membuktikan bahwa swasembada pangan berkelanjutan benar-benar terwujud pada 2026," papar Rizal.

Tak Berebut Gabah dengan Penggilingan Swasta

Rizal memastikan tingginya intensitas penyerapan tidak akan memicu benturan dengan pengusaha penggilingan padi swasta. Justru sebaliknya, banyak mitra makloon yang justru meminta Bulog untuk terus melakukan pembelian.

"Tidak ada berebutan, justru teman-teman makloon banyak yang meminta agar kami tetap melakukan penyerapan," ucapnya.

Untuk menjaga kualitas, jajaran direksi Bulog rutin melakukan inspeksi mendadak ke berbagai penggilingan mitra. Langkah ini ditempuh agar hasil giling yang dipasok memiliki standar mutu yang konsisten.

"Kemarin kami bersama jajaran direksi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai penggilingan makloon. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk mengingatkan teman-teman penggilingan agar selalu menjaga kualitas hasil giling yang diberikan oleh mitra makloon," beber Rizal.

Disalurkan ke SPHP hingga Program MBG

Stok CBP yang melimpah terus disalurkan Bulog ke berbagai program strategis nasional. Mulai dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, hingga pemenuhan beras premium untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami salurkan melalui berbagai program, seperti SPHP, bantuan pangan, hingga pemenuhan beras premium untuk program MBG, termasuk pengalihan cadangan beras pemerintah menjadi beras kelas premium," jelas Rizal.

Jaga Mutu dari Hulu ke Hilir

Di tengah fokus mengejar volume pengadaan, Bulog memperkuat kerja sama dengan pengusaha penggilingan padi untuk menjaga mutu beras nasional. Rizal menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan CBP diukur dari kualitas sejak proses giling, penyimpanan, hingga distribusi ke konsumen.

"Kualitas beras adalah tanggung jawab kita bersama. Stok yang besar harus diiringi dengan kualitas yang terjaga. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh mitra penggilingan untuk terus meningkatkan standar pengolahan, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat kolaborasi agar masyarakat menerima beras dengan kualitas terbaik," pungkasnya.

Reporter: Fajar
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top