BENGKULU — Rencana Audi untuk mengikuti tren gagang pintu elektronik pada SUV andalannya berakhir di meja direksi. Dalam acara media preview di Munich, Jerman, Mei lalu, CEO Audi Gernot Döllner mengaku dirinya yang meminta perubahan besar tersebut. Awalnya, Q9 direncanakan memakai mekanisme sentuh piezo-elektrik, di mana pintu terbuka hanya dengan sentuhan ringan.
Döllner bercerita bahwa keputusan itu muncul setelah ia menjajal langsung Q9 dalam tahap validasi akhir. "Kami punya konsep gagang pintu inovatif di mobil itu. Lalu kami melakukan uji kendara terakhir dan berkata, ini inovatif, tapi dari perspektif pelanggan, ini lebih buruk daripada gagang pintu konvensional," ujarnya kepada The Drive.
Perubahan ini bukan perkara sepele. Normalnya, mengganti komponen sekecil gagang pintu membutuhkan waktu hingga dua tahun karena menyangkut perkakas pabrik yang sudah terpasang. Namun tim insinyur bodi Audi disebut berhasil menyelesaikannya dalam waktu singkat. "Kami sedikit beruntung karena secara teknis ternyata bisa," kata Döllner.
Menariknya, keputusan ini diambil bersamaan dengan larangan gagang pintu non-konvensional di pasar China. Namun Döllner menegaskan hal itu bukan faktor pendorong. Ia justru blak-blakan soal filosofi desainnya: "Kami sangat senang punya gagang pintu konvensional. Ini bukan inovasi, ini sekadar bagus."
Desain gagang pintu elektronik yang batal dipakai itu rencananya tetap digunakan, tapi pada model Eropa di segmen berbeda. "Itu tidak cocok untuk SUV ukuran penuh dengan kebutuhan penggunaan harian," tambahnya.
Perubahan pada Q9 dan saudaranya, Q7 2027, tidak berhenti di gagang pintu. Döllner menyebut dua model ini adalah produk pertama yang benar-benar ia sentuh sejak bergabung dengan Audi dua setengah tahun lalu. Masukan pelanggan menjadi dasar perombakan besar-besaran.
Beberapa ubahan yang dilakukan antara lain:
Perombakan ini dilakukan setelah Audi mendapat keluhan pelanggan soal tempat minum yang terlalu kecil di model sebelumnya. Döllner menyebut semua perubahan dilakukan dengan satu tujuan: "fokus yang jelas pada pelanggan."
Q9 sendiri akan menjadi SUV tiga baris pertama Audi untuk pasar global dan dijadwalkan meluncur sebagai model 2027. Dengan keputusan ini, Audi menunjukkan bahwa fitur canggih tidak selalu berarti lebih baik jika mengorbankan kepraktisan.