BENGKULU — Revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Danau Dendam Tak Sudah berjalan beriringan dengan kisah mistis yang mengakar di masyarakat. Bagi para tetua dan tokoh masyarakat setempat, danau ini bukan sekadar objek wisata, melainkan kawasan yang menyimpan sejuta misteri.
Keyakinan itu diwariskan turun-temurun. Konon, kawasan danau dijaga oleh sejumlah makhluk gaib, mulai dari ular tikar, ular raksasa, hingga buaya putih. Kisah-kisah ini hidup di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang tak pernah benar-benar hilang.
Dari sekian banyak cerita yang beredar, sosok ular piton raksasa menjadi yang paling sering disebut. Menurut beberapa cerita yang berkembang, ular tersebut berdiam di sekitar rawa pinggiran danau.
Ular piton ini diyakini bukan hewan biasa. Ia dipercaya sebagai penunggu yang sudah ada sejak lama, jauh sebelum kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan. Penampakannya kerap terjadi pada malam hari, terutama saat suasana danau sedang sepi.
Sejumlah pemancing yang kerap menghabiskan waktu di tepi danau menjadi saksi yang paling sering bercerita tentang penampakan ular besar ini. Kemunculannya yang tiba-tiba di kegelapan malam kerap membuat bulu kuduk merinding.
Meski pemerintah tengah gencar membenahi fasilitas danau untuk menyambut libur akhir tahun, mitos tentang penunggu danau tidak lantas pudar. Justru, kisah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang yang penasaran dengan sisi mistis Danau Dendam Tak Sudah.
Bagi warga lokal, keberadaan makhluk penunggu bukan sekadar cerita pengantar tidur. Ada rasa hormat dan kehati-hatian yang selalu dijaga ketika beraktivitas di sekitar danau, terutama saat malam tiba.
Perpaduan antara upaya pemerintah menjadikan danau ini destinasi wisata unggulan dan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal gaib menciptakan dinamika yang unik. Danau Dendam Tak Sudah tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan lapisan cerita yang memperkaya khazanah budaya lokal Bengkulu.
Hingga kini, cerita tentang ular piton raksasa dan makhluk penjaga lainnya masih menjadi bagian dari identitas kawasan tersebut. Bagi yang berkunjung, mungkin tak ada salahnya tetap waspada dan menghormati pantangan yang dipercaya warga setempat.