Wali Kota Bengkulu Minta Simulasi Bencana Masif ke Sekolah dan Permukiman Warga pada 2027

Penulis: Saiful  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:51:01 WIB
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi membuka Pelatihan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas bagi perangkat kelurahan di Hotel Nala Sea Side, Rabu (12/8/2026).

BENGKULU — Ratusan perangkat kelurahan dari daerah rawan bencana di Kota Bengkulu mengikuti Pelatihan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas di Hotel Nala Sea Side, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu ini diikuti sekitar 150 peserta, terdiri dari unsur RT, RW, serta perangkat dan ketertiban masyarakat.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi membuka langsung pelatihan tersebut. Ia menegaskan kesiapsiagaan bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak karena sejumlah wilayah di kota ini masuk kategori rawan bencana.

Target 2027: Simulasi Masuk Sekolah dan Kampung

Dedy meminta BPBD memperbanyak simulasi menghadapi bencana pada 2027 mendatang. Sasaran utamanya adalah sekolah dan permukiman warga.

“Dulu pernah dilakukan, misalnya di sekolah. Anak-anak ketika terjadi bencana tahu harus bersembunyi di bawah meja, setelah itu diarahkan ke lapangan. Jadi mereka tidak panik. Kalau kita tidak pernah melakukan simulasi dan tidak pernah memberikan edukasi, ketika bencana terjadi semua panik, semua ingin keluar menyelamatkan diri, akhirnya bisa terjadi kecelakaan dan korbannya malah banyak,” jelas Dedy.

Menurutnya, edukasi dan simulasi rutin menjadi kunci menekan jatuhnya korban. Ia mencontohkan, anak-anak yang terbiasa latihan evakuasi gempa akan bergerak otomatis tanpa menunggu perintah saat kejadian nyata.

Jalan Tanggul yang Sempat Terputus Kini Diperbaiki

Di luar peningkatan sumber daya manusia, Pemkot Bengkulu juga membenahi infrastruktur penunjang evakuasi. Dedy menyebut sejumlah akses yang rusak dan terputus saat banjir mulai dikerjakan ulang.

“Jalan tanggul yang selama ini terputus dan rusak, ketika banjir masyarakat sulit mengaksesnya, sekarang sudah diperbaiki dan mulai dikerjakan. Tahun ini jalan tanggul juga akan kita bangun, termasuk beberapa jalan untuk evakuasi,” katanya.

Perbaikan akses ini dinilai krusial. Saat banjir melanda, warga di kawasan padat penduduk kerap kesulitan mencapai titik aman karena jalan utama terendam atau rusak.

Materi Pelatihan: dari BMKG hingga Evakuasi Warga

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana mengatakan, pelatihan ini bagian dari penguatan kapasitas masyarakat di tingkat kelurahan. Peserta mengikuti kegiatan dalam tiga sesi dengan materi dari sejumlah narasumber, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kita memang dalam kondisi rawan bencana, maka setiap waktu kita harus siap siaga. Kita tidak berharap bencana, kita berharap Allah melindungi kita dan menjauhkan kita dari bencana. Namun ketika bencana itu datang, kita siap melakukan evakuasi, minimal mengurangi korban akibat bencana tersebut,” ujar Dedy.

Pelatihan ini diharapkan membuat perangkat kelurahan mampu memimpin evakuasi mandiri di lingkungannya masing-masing, sebelum tim BPBD tiba di lokasi kejadian.

Reporter: Saiful
Sumber: bengkuluekspress.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top