SELUMA — Rekaman berdurasi pendek yang memperlihatkan seorang pria berpakaian serba putih berjalan sendirian di tengah jalan kawasan permukiman pada malam hari menjadi perbincangan hangat warga Bengkulu. Video yang diunggah akun Instagram @bengkuluinfo itu memperlihatkan sosok tersebut melintas di wilayah Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, dalam kondisi penerangan jalan yang sangat minim.
Kualitas rekaman yang rendah membuat sosok itu tampak samar. Alih-alih langsung percaya pada hal mistis, sejumlah warganet justru menelusuri latar belakang peristiwa tersebut dan menemukan keterkaitan dengan kabar yang beredar di kolom komentar.
Seorang pengguna Instagram dengan akun @sandra._amel** menuliskan bahwa sosok dalam video tersebut dikaitkan dengan seorang pria bernama Efendi. Ia disebut-sebut sebagai warga Desa Renah Panjang, Kecamatan Lubuk Sandi, yang tengah menjadi sorotan setelah diduga mengalami penolakan saat mencari perawatan medis.
Informasi yang beredar menyebut keluarga Efendi sempat mendatangi hingga lima rumah sakit di Kota Bengkulu untuk mendapatkan pelayanan rawat inap. Dugaan sementara, kesulitan itu terjadi lantaran keterbatasan kapasitas ruang rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan.
"Efendi, seorang warga Desa Renah Panjang, kecamatan Lubuk Sandi, seluma menjadi sorotan publik setelah viral diduga ditolak berobat oleh lima rumah sakit di kota Bengkulu," tulis @sandra._amel** dalam kolom komentar unggahan tersebut, Minggu (9/8).
Alih-alih membahas penampakan, mayoritas komentar justru mengarah pada isu akses layanan kesehatan. Banyak warganet yang menyayangkan dugaan sulitnya warga dari daerah mendapatkan fasilitas perawatan di ibu kota provinsi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga Efendi maupun manajemen rumah sakit yang disebutkan. Video penampakan itu sendiri belum bisa dipastikan kebenarannya terkait sosok yang terekam, apakah seorang warga biasa atau berkaitan dengan kabar yang beredar.
Peristiwa ini menyoroti persoalan yang lebih mendasar: bagaimana warga kabupaten di Bengkulu mengakses layanan kesehatan rujukan di Kota Bengkulu. Keterbatasan ruang rawat inap di rumah sakit menjadi isu klasik yang kerap kali menyulitkan pasien dari daerah terpencil.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma maupun Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mengenai dugaan penolakan pasien tersebut. Padahal, kebutuhan akan transparansi dan solusi atas keterbatasan fasilitas kesehatan sangat dinantikan warga.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa di balik viralnya sebuah video, seringkali tersimpan persoalan publik yang jauh lebih penting untuk ditindaklanjuti. Warga berharap pemerintah daerah segera mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut dan memastikan tidak ada warga yang terhambat mendapatkan pelayanan medis yang layak.