BENGKULU — Harga emas Antam 24 karat di Bengkulu kembali menembus level tertinggi setelah sempat tertekan beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Senin (27/7), logam mulia produksi BUMN tambang itu dipatok Rp 2.622.000 per gram, naik Rp 8.000 dari harga sebelumnya yang berada di Rp 2.614.000 per gram.
Kenaikan ini sejalan dengan reli harga emas dunia. Mengacu data Trading Economics, harga emas global menguat 1,25 persen ke posisi USD 4.102,71 per ons troi. Perak pun ikut terdongkrak 2,89 persen ke level 59,658.
Pemicu utama penguatan ini adalah jeda permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat pada akhir pekan. Menurut analis pasar, penghentian sementara pertempuran itu meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global dan tekanan inflasi yang lebih tinggi.
"Jeda dalam permusuhan antara AS dan Iran selama akhir pekan mengurangi kekhawatiran tentang gangguan pasokan dan inflasi," tulis Trading Economics dalam analisisnya, Senin (27/7). Kondisi ini membuat investor kembali memburu aset safe haven seperti emas.
Secara bulanan, harga emas telah mencatatkan kenaikan 1,93 persen. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, logam mulia ini bahkan sudah melonjak hingga 23,50 persen.
Kenaikan harga emas Antam di Bengkulu ini menjadi kabar baik bagi para investor dan pemilik tabungan emas. Namun, bagi masyarakat yang berniat membeli, harga yang terus mendekati level Rp 2,7 juta per gram tentu menjadi tantangan tersendiri.
Para analis menilai pergerakan emas ke depan masih akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik Timur Tengah. Jika jeda konflik Iran-AS berlanjut dan tidak ada eskalasi baru, harga emas berpotensi stabil di kisaran saat ini. Namun, ketegangan baru bisa kembali mendorong harga menembus rekor baru.
Di Bengkulu, sejumlah pedagang emas di Pasar Panorama dan kawasan Pantai Panjang mengaku permintaan masih stabil. Beberapa pembeli memanfaatkan momentum untuk menjual emas batangan yang dibeli saat harga masih di bawah Rp 2,5 juta per gram.