KOTA BENGKULU — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Bengkulu mencatat 25 unit Koperasi Merah Putih telah menyelesaikan pembangunan fisiknya. Seluruh gerai tersebut kini berstatus siap difungsikan sebagai pusat kegiatan ekonomi warga.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nellawati, menyebutkan pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat sebelum mengoperasikan gerai-gerai tersebut.
"Ada 25 yang sudah selesai 100 persen, kami masih menunggu petunjuk dari pusat terkait kapan pengoperasian Koperasi Merah Putih yang sudah selesai," ujar Nellawati di Bengkulu, Rabu.
Dari 25 unit yang telah rampung, sebaran gerai berada di sejumlah kecamatan. Dua di antaranya yang dipastikan siap adalah Kecamatan Kampung Melayu dan Kecamatan Selebar.
Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat kelurahan. Warga setempat disebut bakal mendapatkan peluang usaha baru sekaligus penguatan perekonomian komunitas.
Selain itu, koperasi ini dirancang menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan skala usahanya. Akses terhadap kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar diharapkan semakin luas.
Meski 25 unit telah berstatus siap, masih ada beberapa gerai yang belum dapat dioperasikan. Nellawati menjelaskan hambatan tersebut berasal dari proses pengurusan regulasi dan legalitas lahan.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait juga masih perlu disatukan untuk menyelesaikan persoalan administrasi ini.
Bagi kelurahan yang belum mendapatkan pembangunan gerai, pemerintah kota masih mencari solusi. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan yang memenuhi persyaratan teknis.
Standar yang ditetapkan cukup ketat. Setiap gerai Koperasi Merah Putih membutuhkan lahan seluas minimal 600 meter persegi, lengkap dengan bangunan yang layak untuk aktivitas koperasi.
Saat ini, Pemkot Bengkulu terus melakukan koordinasi lintas sektor. Langkah ini ditempuh untuk memastikan ketersediaan lahan sekaligus mempercepat pembangunan gerai yang masih dalam proses pengerjaan.