BENGKULU — Rapper Atlanta Gunna resmi meluncurkan perusahaan label baru bernama SB the Label melalui kemitraan dengan Atlantic Music Group. Pria bernama asli Sergio Giavanni Kitchens itu akan menjabat CEO, dengan tiga artis asal Atlanta sudah menandatangani kontrak. Langkah ini menyusul torehan tiga album terakhirnya yang semuanya menembus tiga besar Billboard 200.
Kemitraan SB the Label menandai babak baru bagi Gunna di sisi eksekutif industri musik. Sebelumnya, ia sudah lama terikat dengan Warner Music Group sejak awal kariernya bersama YSL Records milik Young Thug, imprint dari 300 Entertainment dan Atlantic Records.
Dalam struktur baru ini, sejumlah eksekutif kunci tetap bertahan. Rayna Bass dan Selim Bouab, yang menjabat Co-Presidents 300 Entertainment dan Atlantic Records Hip-Hop, R&B and Global Music, masih berada di dalam barisan.
Siapa Saja Artis Pertama yang Tergabung
Gunna menyebut tiga nama yang menjadi artis pertama di label barunya, yakni Casper Bluff, Nechie, dan Dracc. Ketiganya berasal dari kawasan Atlanta, kota yang juga membesarkan nama Gunna di skena hip-hop.
"SB the Label represents the beginning of a new chapter for me," kata Gunna kepada Variety. "It only felt right to start that chapter alongside my brothers Casper Bluff, Nechie, and Dracc, who are the first artists signed to the label."
Ia menambahkan bahwa posisinya kini lebih dari sekadar musisi. "For me, this is about stepping into a new role, expanding what I can create, and building something that represents where I'm headed next."
Rekam Jejak Gunna di Billboard 200
Kepercayaan Atlantic Music Group bukan tanpa alasan. Tiga album terakhir Gunna masing-masing menembus posisi tiga besar tangga Billboard 200. Dua di antaranya bahkan debut di puncak, yaitu "Wunna" pada 2020 dan "DS4EVER" pada 2022.
Dengan modal itu, Gunna kini berperan sebagai CEO yang mengarahkan arah musikal dan bisnis labelnya sendiri. Posisi ini memperluas perannya dari penyanyi menjadi pengambil keputusan di balik layar.
Single "Pop It" dan Album "Splurge"
Bersamaan dengan pengumuman label, Gunna merilis single terbaru berjudul "Pop It". Lagu ini hadir setelah ia memberi teaser untuk album studio anyar bertajuk "Splurge".
Video musik "Pop It" disutradarai oleh Spike Jordan. Belum ada keterangan resmi soal tanggal rilis "Splurge", namun single ini menjadi penanda arah suara yang akan ia bawa ke proyek berikutnya.
Respons Atlantic Music Group
Pihak Atlantic Music Group menyambut baik kemitraan ini. Rayna Bass dan Selim Bouab menyebut Gunna sebagai salah satu artis paling menentukan di generasinya, sekaligus pemimpin yang serius di sisi wirausaha.
"We've watched Gunna grow into not only one of his generation's defining artists, but also a true leader as an entrepreneur and executive," ujar keduanya dalam pernyataan resmi. "SB the Label is a natural extension of his vision, and we're honored that he's entrusted 300 Entertainment/Atlantic Music Group as his partner."
Chairman dan CEO Atlantic Music Group Elliot Grainge juga angkat bicara. "It's impossible to overstate Gunna's influence on this generation of hip-hop and music as a whole. We're grateful and honored that he's chosen AMG as his partner to bring this endeavor to music fans."
Ekspansi Bisnis di Luar Musik
Langkah Gunna membangun label sejalan dengan ambisi besarnya di dunia bisnis. Pada Agustus lalu, Under Armour menunjuknya sebagai global brand ambassador sekaligus creative director untuk P-Star, platform baru yang mencakup apparel, footwear, dan program komunitas.
Kemitraan ini juga berlangsung di tengah sejumlah perubahan kepemimpinan di Warner Music Group. Pada September, WMG mengumumkan Elliot Grainge memperluas tanggung jawabnya menjadi chairman ADA di Amerika Serikat, sementara COO Atlantic Music Group Zach Friedman merangkap sebagai vice chairman ADA.
Perubahan itu bagian dari realignment di bawah CEO WMG Robert Kyncl, yang turut diikuti sejumlah penunjukan pemimpin baru di divisi internasional perusahaan. Bagi pasar musik Indonesia, langkah Gunna menegaskan tren rapper mapan yang kian serius membangun infrastruktur label sendiri, bukan sekadar mengandalkan rilis tunggal.