Korps Marinir TNI AL menerima 12 unit kendaraan tempur amfibi Assault Amphibious Vehicle (AAV) M-35 buatan Amerika Serikat di Lapangan Kesatrian Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin. Kedatangan ranpur ini merupakan tahap pertama dari total 35 unit yang dibeli melalui skema foreign military sales (FMS), dengan 23 unit sisanya dijadwalkan tiba akhir November 2026. Ranpur baru ini akan ditempatkan di Pasmar I, II, dan III untuk memperkuat pertahanan wilayah maritim Indonesia.
JAKARTA — Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan 12 ranpur AAV M-35 yang baru tiba merupakan hasil kerja sama pembelian antara Kementerian Pertahanan RI dan Amerika Serikat. Menurut Ali, Indonesia memperoleh harga khusus karena kedekatan hubungan antara Korps Marinir TNI AL dan Marinir Amerika Serikat.
"Jadi ini merupakan foreign military sales (FMS) dari Amerika. Kita diberi harga khusus karena kita dekat dengan Marinir Amerika Serikat. Hubungan dengan Marinir Indonesia sangat baik," kata Ali saat ditemui di lapangan Markas Marinir, Cilandak, Jakarta Timur.
Spesifikasi AAV M-35: Angkut 21 Prajurit dan Tiga Awak
Ranpur amfibi ini dinilai jauh lebih modern dibanding kendaraan amfibi buatan Korea Selatan yang sudah dimiliki Korps Marinir. Kapasitas angkutnya mencapai 21 prajurit ditambah tiga awak kendaraan yang terdiri dari pengendara, pemberi komando, dan pemegang senjata.
Kemampuan lintas perairan menjadi keunggulan utama kendaraan ini. "Kendaraan ini juga mampu melewati perairan atau laut dengan Sea State 5. Jadi makanya diberi nama M35 ya," kata Ali.
23 Unit Berikutnya Tiba Akhir November 2026
Dari total 35 ranpur yang sudah dibeli, Korps Marinir TNI AL baru menerima 12 unit pada tahap ini. Ali memastikan sisa 23 unit akan menyusul dalam waktu dekat.
"Akan hadir lagi 23 (ranpur) di akhir bulan November 2026," jelas Ali.
Seluruh ranpur baru tersebut nantinya ditempatkan di Pasmar I, II, dan III. Penempatan ini bertujuan memperkuat pertahanan wilayah maritim Indonesia di tiga wilayah kerja pasukan marinir.
Harapan untuk Misi Perang dan Kemanusiaan
Dengan tambahan armada ini, Ali berharap Korps Marinir TNI AL dapat menjalankan misi perang dan kemanusiaan secara lebih maksimal. Ranpur amfibi berperan penting dalam operasi pendaratan maupun evakuasi korban bencana di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar.
Pengiriman 12 unit AAV M-35 ini menandai tahap pertama dari total pengadaan 35 unit yang telah disepakati. Sisa 23 unit dijadwalkan tiba akhir November 2026 sebelum penempatan penuh di ketiga pasukan marinir.